Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Azzam al-Hayya, putra Ketua Gerakan Hamas Khalil al-Hayya, beserta empat anaknya. Mereka menjadi korban serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Kamis (7/5) lalu.
Ketua Hubungan Luar Negeri PKB, Luluk Hamidah, secara langsung menyampaikan belasungkawa kepada Khalil al-Hayya melalui panggilan telepon. PKB menegaskan simpati mendalam atas tragedi kemanusiaan ini.
Dukungan kuat rakyat Indonesia terhadap perjuangan Palestina kembali ditekankan dalam kesempatan tersebut. Solidaritas ini mencakup upaya pembebasan Palestina dan Masjid Al-Aqsa.
Advertisement
Advertisement
Solidaritas Indonesia untuk Palestina Ditegaskan PKB
Luluk Hamidah menekankan kelanjutan dukungan rakyat Indonesia terhadap rakyat Palestina. Solidaritas ini akan terus berlanjut hingga Palestina memperoleh hak-hak yang sah. Pembebasan Palestina dan Masjid Al-Aqsa menjadi tujuan utama.
Luluk juga menegaskan besarnya cinta dan solidaritas rakyat Indonesia terhadap Palestina dan rakyatnya. Khalil al-Hayya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Luluk serta PKB. Ini atas perhatian dan sikap mereka yang mendukung rakyat Palestina.
“Beliau juga menitipkan salam dan penghormatan kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar,” ujar Luluk. Ia menambahkan, Khalil al-Hayya juga memuji sikap rakyat Indonesia dan upaya berkelanjutan mereka dalam mendukung perjuangan Palestina.
Advertisement
Advertisement
Pengorbanan Rakyat Palestina dan Tekad Pembebasan Al-Aqsa
Khalil al-Hayya menegaskan, “darah para pejuang dari rakyat Palestina akan menjadi jalan menuju pembebasan Masjid Al-Aqsa dan pemulihan hak-hak rakyat Palestina.” Pernyataan ini menunjukkan tekad kuat mereka.
Ia juga menyampaikan, “pengorbanan rakyat Palestina tidak akan melemahkan tekad mereka untuk terus membela hak-hak dan kesucian mereka serta mempertahankan Masjid Al-Aqsa hingga tercapainya kebebasan dan berdirinya negara Palestina.” Ini menunjukkan semangat juang yang tak padam.
Kedua belah pihak menegaskan pentingnya terus mendukung keteguhan rakyat Palestina. Mereka juga sepakat untuk membela hak-hak serta prinsip-prinsip perjuangan mereka. Upaya menghentikan agresi dan mewujudkan kebebasan Palestina akan terus dilakukan.
Advertisement
Advertisement
Serangan Israel dan Reaksi Keras Hamas
Azzam al-Hayya tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza, kata kelompok perlawanan Palestina itu. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (7/5).
Hamas dalam pernyataannya menyebut, “Kejahatan Zionis yang pengecut yang menargetkan Azzam Al-Hayya, putra pemimpin kelompok di Jalur Gaza dan kepala delegasi negosiasi, saudara Mujahid Dr. Khalil Al-Hayya, merupakan kelanjutan dari pendekatan pendudukan yang menargetkan warga sipil dan keluarga para pemimpin Palestina.” Ini menunjukkan kemarahan mereka.
Hamas juga mengatakan Israel berusaha menekan kelompok tersebut dengan cara demikian. Ini terjadi setelah Israel gagal memaksakan syarat mereka dalam perundingan untuk mengakhiri perang di Gaza.
Advertisement
Sumber: AntaraNews