Profil Abdul Kadir Karding, Kepala Barantin Baru yang Kembali Masuk Kabinet Prabowo
Penunjukan ini menambah daftar panjang perjalanan politik Karding di Tanah Air.
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Nasional (Barantin), menggantikan Sahat Manaor Panggabean. Penunjukan ini menambah daftar panjang perjalanan politik Karding di level nasional.
Abdul Kadir Karding lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada 25 Maret 1973. Ia menghabiskan masa kecil di kampung halamannya sebelum melanjutkan pendidikan di Palu, lalu menempuh kuliah di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.
Di kampus, Karding mengambil jurusan perikanan untuk jenjang sarjana, lalu melanjutkan studi magister di bidang administrasi publik. Versi lain menyebut ia juga menempuh studi lanjutan di bidang ilmu politik di Universitas Nasional.
Sejak mahasiswa, Karding dikenal aktif berorganisasi. Ia pernah menjabat Ketua Senat Mahasiswa Fakultas serta aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Aktivitas ini menjadi pintu masuk menuju dunia politik praktis.
Karier Politik
Karier politik Karding dimulai dari bawah. Pada Pemilu 1999, ia terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Tengah. Di level daerah, ia sempat menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Ketua Komisi E, Ketua Fraksi PKB, hingga Wakil Ketua DPRD.
Langkahnya berlanjut ke tingkat nasional setelah terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah VI pada Pemilu 2009. Sejak saat itu, ia bertahan di Senayan selama tiga periode.
Di DPR RI, Karding pernah menjabat Ketua Komisi VIII yang membidangi urusan agama, sosial, dan kebencanaan. Ia juga sempat bertugas di Komisi III serta Komisi VII, selain memegang peran di Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP).
Di internal partai, politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini pernah menjadi Sekretaris Jenderal DPP PKB periode 2014–2019, serta menduduki berbagai posisi strategis di tingkat daerah dan pusat.
Kembali Masuk Kabinet
Pada 2024, Karding dipercaya masuk Kabinet Merah Putih sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Jabatan tersebut diembannya hingga 2025 sebelum akhirnya mendapat penugasan baru sebagai Kepala Barantin pada 2026.
Penunjukan ini dinilai sebagai kelanjutan dari rekam jejak panjangnya di bidang pemerintahan dan politik, sekaligus memperluas peranannya di sektor strategis yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan biosekuriti nasional.
Aktivitas Organisasi dan Alumni
Selain di politik, Karding juga aktif di lingkungan alumni kampus. Sejak 2022, ia menjabat Ketua Umum DPP IKA Undip. Ia juga pernah memimpin organisasi alumni jurusan perikanan Undip.
Keterlibatannya di berbagai organisasi menunjukkan konsistensinya dalam membangun jaringan, baik di dunia politik maupun akademik.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Abdul Kadir Karding bukan sosok baru dalam pemerintahan.
Dari aktivis kampus, politisi daerah, anggota DPR RI, hingga menteri, kini ia mengemban tugas baru sebagai Kepala Badan Karantina Nasional.