Benarkah Abdul Kadir Karding Dicopot Prabowo karena Main Domino? Begini Kata Cak Imin
Cak Imin menegaskan, Prabowo selaku presiden memiliki hak prerogatif memilih dan mengganti menterinya.
Presiden Prabowo Subianto mencopot Abdul Kadir Karding dari jabatan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Hal itu terjadi usai fotonya bermain domino dengan mantan tersangka pembalakan liar, Azis Wellang tersebar luas.
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang juga Menko Pemberdayaan Masyarakat pun enggan berspekulasi alasan Prabowo mencopot kadernya itu dari jabatan menteri.
"Saya nggak tahu (apakah karena main domino). Setiap kabinet adalah kewenangan Presiden," tutur Cak Imin di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9).
Cak Imin menegaskan, Prabowo selaku presiden memiliki hak prerogatif memilih dan mengganti menterinya. Dia kembali ogah mengaitkan pencopotan Karding dengan permasalahan yang terjadi sebelumnya.
"Nggak, nggak, nggak tahu saya," kata Cak Imin.
Abdul Kadir Karding Diberhentikan
Abdul Kadir Karding resmi diberhentikan dari jabatan sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Perannya digantikan oleh Politikus Golkar Mukhtarudin yang sebelumnya berpengalaman sebagai anggora Dewan perwakilan rakyat (DPR).
Sebelum resmi dicopot sebagai menteri, kontroversi sempat dirinya sempat mencuat setelah foto viral memperlihatkannya bermain domino dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan sosok yang disebut sebagai tersangka pembalakan liar, Azis Wellang.
Karding, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) ini, sebelumnya menyampaikan klarifikasi bahwa pertemuan tersebut hanyalah silaturahmi biasa.
Dia mengatakan bahwa bermain domino merupakan bagian dari budaya KKSS dan tidak ada unsur politis maupun pembahasan ilegal saat itu.
"Biasanya, dalam pertemuan KKSS juga diisi dengan aktivitas bermain domino sebagai bagian dari budaya Sulawesi Selatan," kata dia dalam keterangannya, Minggu, 7 September 2025.
Keterangan Karding
Menurut keterangan Karding, pertemuan berlangsung pada 1 September 2025 di posko KKSS dan merupakan hasil undangan dirinya kepada Raja Juli Antoni. Diskusi berlangsung tertutup di ruang belakang, sebelum keduanya bergabung secara spontan dalam permainan domino bersama beberapa pengurus, termasuk Azis Wellang dan Andi Rukman Nurdin Karumpa, atas ajakan pengurus lainnya.
"Awalnya saya mau datang ke tempatnya Raja Juli, tetapi beliau bilang saya saja yang ke tempat abang," ujar Karding.
Saat Raja Juli tiba, Karding pun menemaninya berdiskusi di bagian belakang posko, terpisah dari para pengurus KKSS lainnya. Obrolan itu berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WIB sebelum Raja Juli berpamitan pulang.
"Jalur pulang memang melewati tempat berkumpul anggota KKSS yang sedang bermain domino," ungkap Karding.
Klarifikasi Raja Juli Antoni
Sementara itu, Raja Juli Antoni juga memberikan klarifikasi bahwa ia hanya mengetahui Azis Wellang sebagai peserta permainan domino setelah berita viral keluar.
Dia menegaskan tidak ada pembicaraan soal kasus pembalakan liar selama pertemuan itu dan menegaskan komitmennya memberantas pelanggaran hukum di kawasan hutan tanpa pandang bulu.
Azis Wellang diketahui memang sempat ditetapkan sebagai tersangka pembalakan liar oleh Ditjen Gakkum KLHK pada November 2024. Kasusnya kemudian dihentikan berdasarkan putusan praperadilan PN Jakarta Pusat nomor 13/Pid.PRA/2024/PN.Jkt.Pst pada 9 Desember 2024, dan dilanjutkan dengan penerbitan SP3 pada Februari 2025.