Dikecam Usai Foto Bareng Tersangka Viral, Menhut Raja Juli Minta Ampun ke Prabowo
Raja Juli menjelaskan dirinya bertemu dengan mantan Menteri P2MI Abdul Karding Kading.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Komisi IV DPR RI, dan seluruh masyarakat Indonesia, menyusul viralnya foto dirinya tengah bermain domino dengan Muhammad Azis Wellang, tersangka kasus pembalakan liar, yang memicu kericuhan dan sorotan publik.
"Dari hati yang terdalam, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada Pak Presiden Prabowo, kepada komisi IV mitra saya, dan terutama maaf saya tentu kepada masyarakat Indonesia atas kericuhan yang terjadi karena foto yang beredar tersebut," kata Raja Juli sebelum rapat bersama Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/9).
Raja Juli menjelaskan dirinya bertemu dengan mantan Menteri P2MI Abdul Karding Kading posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Saat itu, kata dia, ternyata ada puluhan orang yang sedang bermain domino.
"Saya datang ke tempat beliau, ngobrol hampir tiga jam, setelah itu saya mau keluar dan ada orang yang memang sedang bermain domino. Banyak, ada 20-30 orang di posko KKSS, KKSS itu Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan. Jadi saya dari toilet mau pulang, terus di 'main dulu' Mereka sedang main, karena Mas Karding ada di situ, dua orang berdiri, saya duduk di sana," jelasnya.
Dia mengaku tak mengenal sosok yang berada di sebelahnya, termasuk Azis Wellang. Raja Juli menyampaikan dirinya hanya bermain sebentar dan memutuskan untuk pulang.
"Dan saya cuma main dua kali, setelah itu saya pulang. Dan saya tidak tahu sama sekali status teman main saya yang kiri dan kanan," ujar Raja Juli.
Raja Juli pun menjadikan hal ini sebagai pelajaran untuk lebih berhati-hati dan membaca sensitifitas masyarakat. Terlebih, Raja Juli merupakan seorang menteri dan pejabat publik.
"Dan saya berharap ini menjadi pelajaran bagi saya sebagai pejabat publik untuk lebih hati-hati, lebih aspiratif, lebih mampu membaca sensifitas masyarakat," katanya.