Terungkap Fakta Main Domino: Menhut Raja Juli Antoni Klarifikasi Foto Bersama Eks Tersangka Pembalakan Liar

Menhut Raja Juli Antoni buka suara terkait foto viralnya bermain domino dengan mantan tersangka pembalakan liar. Simak pengakuan lengkapnya yang mengejutkan!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Terungkap Fakta Main Domino: Menhut Raja Juli Antoni Klarifikasi Foto Bersama Eks Tersangka Pembalakan Liar
Kementerian Kehutanan memberlakukan SOP Pendakian Gunung baru, dimulai dari Rinjani. Aturan ketat diterapkan berdasarkan grade kesulitan, termasuk syarat pendaki dan penggunaan pemandu. (Planet Merdeka)

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah sebuah foto dirinya bermain domino bersama Azis Wellang, mantan tersangka kasus pembalakan liar, beredar luas. Foto tersebut memicu berbagai pertanyaan mengenai hubungan antara pejabat negara dan pihak yang pernah terlibat dalam pelanggaran hukum kehutanan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis di Jakarta pada Minggu, 7 September, Menhut Raja Juli Antoni dengan tegas membantah mengenal dua orang yang terlihat bermain domino bersamanya. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pembahasan mengenai kasus hukum apapun selama pertemuan tersebut, yang juga dihadiri oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding.

Raja Antoni menjelaskan bahwa ia baru mengetahui identitas Azis Wellang setelah foto itu menjadi viral, di mana Azis Wellang diberitakan sebagai pelaku pembalakan liar. Kejadian ini menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam interaksi publik pejabat negara, terutama dengan individu yang memiliki rekam jejak kontroversial.

Kronologi Pertemuan dan Bantahan Menhut

Raja Antoni menguraikan kronologi pertemuan yang mengarah pada pengambilan foto tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebelum kejadian itu, dirinya bertemu dengan Menteri P2MI Abdul Kadir Karding di posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), tempat Menteri Karding menjabat sebagai sekretaris jenderal.

Menhut mengklaim bahwa ia hanya berdiskusi berdua dengan Menteri Karding selama sekitar dua jam di lokasi tersebut. Diskusi mereka tidak membahas sama sekali isu-isu terkait kasus pembalakan liar atau masalah hukum lainnya yang relevan dengan sektor kehutanan.

Setelah diskusi, Menhut diajak bermain domino bersama Menteri P2MI Karding di ruang tamu yang sudah ramai dengan tamu lainnya. Beberapa di antara mereka memang sedang asyik bermain domino sebelum akhirnya Menhut memutuskan untuk pulang dari lokasi tersebut.

“Saya tidak kenal dengan dua pemain lainnya. Tidak ada juga pembicaraan soal kasus apapun pada saat itu,” tegas Raja Juli Antoni. Ia menambahkan, “Setelah berita ini beredar, saya baru tahu bahwa salah seorang yang ikut main tersebut adalah Azis Wellang yang diberitakan sebagai pembalak liar.”

Latar Belakang Kasus Pembalakan Liar Azis Wellang

Azis Wellang, salah satu individu dalam foto, memiliki latar belakang yang cukup mencolok dalam kasus hukum kehutanan. Sebelumnya, pada November 2024, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembalakan liar di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Kasus tersebut melibatkan penebangan kayu ilegal di luar izin konsesi PT ABL, yang menghasilkan volume kayu sekitar 1.819 meter kubik. Kerugian negara akibat tindakan ilegal ini diperkirakan mencapai Rp2,72 miliar, menunjukkan skala kerusakan dan kerugian finansial yang ditimbulkan.

Dari tindakan ilegal tersebut, MAW (61) yang merupakan Direktur Utama PT ABL, serta DK (56) dan HT selaku Direktur PT GBP, ditetapkan sebagai tersangka. MAW kemudian teridentifikasi sebagai Muhammad Aziz Wellang.

Meskipun demikian, Azis Wellang sempat mengajukan permohonan praperadilan atas penetapan tersangkanya. Pada 9 Desember 2024, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan permohonan tersebut dan membatalkan status tersangkanya, yang menjadi poin penting dalam rekam jejak hukumnya.

Komitmen Penegakan Hukum Sektor Kehutanan

Menanggapi insiden foto yang beredar dan isu pembalakan liar, Menhut Raja Juli Antoni menegaskan kembali komitmennya terhadap penegakan hukum. Ia memastikan akan terus melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku pelanggaran hukum di sektor kehutanan.

Penegasan ini penting untuk menjaga integritas institusi dan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi sumber daya hutan. Menhut berjanji bahwa tidak akan ada toleransi bagi siapapun yang terlibat dalam aktivitas ilegal yang merugikan negara dan lingkungan.

“Bagi siapapun yang melakukan pelanggaran hukum di kawasan hutan. Saya akan tegakan hukum setegas-tegasnya kepada pembalak liar tanpa pandang bulu,” kata Raja Juli. Pernyataan ini menunjukkan tekad kuat untuk memberantas praktik ilegal yang merusak ekosistem hutan Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi