Profil Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan Main Domino Bersama Mantan Tersangka Kasus Pembalakan Liar
Dia juga menyatakan tidak mengenal kedua orang lain yang ada dalam foto yang beredar.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menjadi sorotan publik setelah foto dirinya yang sedang bermain domino bersama mantan tersangka kasus pembalakan liar, Azis Wellang, viral di media sosial. Dalam gambar tersebut, tampak juga Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding.
Raja Juli menjelaskan bahwa sebelum foto itu diambil, dia bertemu dengan Karding di posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), di mana Karding menjabat sebagai sekretaris jenderal.
Dia mengklaim bahwa mereka hanya berdiskusi selama dua jam di lokasi tersebut, dan tidak membahas masalah pembalakan liar. Setelah pertemuan, Raja Juli mengungkapkan bahwa Karding mengajaknya bermain domino di ruang tamu yang sudah ramai.
Dia juga menyatakan tidak mengenal kedua orang lain yang ada dalam foto yang beredar. "Saya tidak kenal dengan dua pemain lainnya. Tidak ada juga pembicaraan soal kasus apapun pada saat itu," ungkap Raja Juli pada Minggu (7/9).
Dia menambahkan bahwa dia baru mengetahui identitas Azis Wellang setelah foto tersebut menjadi viral. "Setelah berita ini beredar, saya baru tahu bahwa salah seorang yang ikut main tersebut adalah Azis Wellang yang diberitakan sebagai pembalak liar," jelasnya.
Profil Raja Juli Antoni
Raja Juli Antoni resmi dilantik sebagai Menteri Kehutanan pada bulan Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sebelum mengemban tugas sebagai Menteri Kehutanan, Raja Juli menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sejak tahun 2022.
Selain itu, dia juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) pada tahun 2024.
Lahir di Pekanbaru pada 13 Juli 1977, Raja Juli mengawali pendidikan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah yang terletak di Garut, Jawa Barat. Setelah itu, dia melanjutkan studi sarjana di IAIN Syarif Hidayatullah (sekarang UIN Jakarta) dan lulus pada tahun 2001 dengan konsentrasi pada Ilmu Alquran dan Tafsir.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Raja Juli mendapatkan beasiswa Chevening Award dan melanjutkan studi magister di The Department of Peace Studies, Universitas Bradford, Inggris pada tahun 2004.
Raja Juli kemudian meraih gelar doktor dari Universitas Queensland, Australia, dengan beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) pada tahun 2010. Sejak muda, Raja Juli sudah aktif dalam dunia politik, di mana dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah periode 2000 hingga 2002.
Sebelum bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dia juga aktif sebagai politikus di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga tahun 2014. Di PSI, Raja Juli menjabat sebagai Sekretaris Jenderal dan menjadi salah satu pendiri partai tersebut.