Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan kepada Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, atas kinerjanya yang baik dalam menjaga kelestarian hutan di Indonesia. Ia mengapresiasi bahwa Raja Juli belum memberikan izin kepada perusahaan-perusahaan untuk melakukan penebangan kayu di kawasan hutan.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam Taklimat Presiden saat Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih yang berlangsung di Istana, Jakarta pada tanggal 8 April 2026. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh anggota kabinet Merah Putih, Direktur Utama BUMN, serta pejabat eselon I dari kementerian dan lembaga.
Awalnya, Prabowo mengungkapkan bahwa ia menerima laporan mengenai keberadaan ratusan izin usaha pertambangan (IUP) yang tidak jelas, termasuk yang berada di kawasan hutan lindung. Ia pun meminta agar dilakukan evaluasi terhadap izin-izin tersebut.
"Saya dapat laporan ada ratusan tambang nggak jelas, atau IUP nggak jelas di hutan lindung dan di hutan-hutan. Saya cek," kata Prabowo. Setelah melakukan penelusuran, Prabowo menyatakan kepuasannya terhadap kinerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, yang tidak mengeluarkan izin penebangan kayu.
Prabowo menegaskan, "Menteri kehutanan saya cek, oh alhamdulillah, menteri kehutanan ini oke juga dia. Dia belum kasih izin potong kayu." Setelah itu, Prabowo mencari keberadaan Raja Juli. Mendengar namanya disebut, Raja Juli tampak berdiri dan tersenyum merespons pujian dari Prabowo.
"Mana Menteri Kehutanan ada? Oh kau ya menteri kehutanan, hehe, aduh dia berbinar-binar dia itu, saya nggak tanya partai apa dong," ucap Prabowo, menambah suasana akrab di antara mereka.
Advertisement
Prabowo Tegaskan Subsidi BBM akan Dipertahankan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama bagi kelompok yang kurang mampu. Di tengah situasi global yang menyebabkan lonjakan harga minyak dunia, pemerintah tetap berupaya memastikan subsidi BBM dapat dinikmati oleh rakyat kecil.
"Menteri-menteri ekonomi saya melaporkan bahwa BBM yang bersubsidi kita akan pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita," kata Prabowo saat memberikan pengarahan dalam rapat kerja pemerintahan di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Sementara itu, Prabowo menambahkan bahwa masyarakat yang berada dalam kategori mampu dapat memilih untuk membeli BBM nonsubsidi.
"Orang-orang kaya kalau mau pakai bensin yang mahal, ya dia harus bayar harga pasar," ucapnya. Ia juga memastikan bahwa pasokan energi bagi masyarakat akan tetap aman meskipun terdapat ketegangan di Timur Tengah yang berpengaruh pada penutupan Selat Hormuz. Dalam rangka menjaga ketahanan energi, pemerintah tidak hanya mencari sumber pasokan alternatif tetapi juga memanfaatkan kekayaan alam yang ada di dalam negeri.
"Sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormuz. Kita bisa mencari alternatif lain. Selain kita punya kekuatan dalam negeri yang sangat kuat," jelas Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa Indonesia diberkahi dengan tanah yang subur dan sumber daya alam yang melimpah. Dari dalam tanah, Indonesia memiliki cadangan batu bara yang dapat diolah menjadi sumber energi alternatif untuk menggantikan minyak dan gas. Dengan potensi ini, pemerintah berharap dapat menciptakan solusi yang berkelanjutan untuk kebutuhan energi nasional dan menjaga kestabilan harga BBM bagi masyarakat.
Advertisement
Sumber Energi Alternatif
Tanaman seperti kelapa sawit, jagung, dan singkong dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
"Cadangan-cadangan kita sangat besar. Bahkan batu bara kita pun banyak sekali dan dari batu bara kita bisa menghasilkan solar. Kita bisa menghasilkan bensin dari batu bara, singkong, jagung," ungkapnya. Hal ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan energi.
Meskipun situasi global tidak menentu, pemerintah tetap berupaya keras untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi. Berbagai langkah telah disiapkan untuk menjaga ketahanan energi Indonesia di tengah gejolak yang ada.
"Pak Bahlil (Menteri ESDM) bilang aman. Tenang, aman, tidak berarti kita tenang-tenang, santai-santai. Tidak. Kita bekerja, kita waspada," pungkas Prabowo. Dengan tekad dan kerja keras, diharapkan Indonesia mampu menghadapi tantangan serta menjaga ketersediaan energi untuk rakyatnya.