Mulai Temui Titik Terang, Ini Kemungkinan Asal-Usul Kayu Gelondongan yang Hanyut Saat Banjir Sumatra

Raja Juli menjelaskan, temuan awal yang dihimpun tim mengarah pada sejumlah kemungkinan.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Mulai Temui Titik Terang, Ini Kemungkinan Asal-Usul Kayu Gelondongan yang Hanyut Saat Banjir Sumatra
Mulai Temui Titik Terang, Ini Kemungkinan Asal-Usul Kayu Gelondongan yang Hanyut Saat Banjir Sumatra (Merdeka.com)

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengaku sudah mengantongi data awal terkait asal-usul tumpukan kayu gelondongan yang hanyut dalam banjir bandang di Sumatra. 

Meski belum membeberkan rinciannya, ia meyebut bahwa timnya telah mengidentifikasi terhadap subjek hukum yang diduga terlibat dalam kasus temuan kayu tersebut.

"Belum pada tahap pemeriksaan, tapi identifikasi subjek-subjek hukum yang mungkin terlibat sudah dilakukan," kata dia di Mabes Polri, Kamis (4/12).

Raja Juli menjelaskan, temuan awal yang dihimpun tim mengarah pada sejumlah kemungkinan.

"Apakah itu berasal dari ilegal logging dari pembukaan lahan sawit atau tambang. kemudian kayu ditumpuk ketika ada banjir longsor terdorong ke sungai. Apakah itu dari Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) jadi hutan yang ada di area pengelolaan lain jadi hutan yang tidak di kawasan. tapi di areal penggunaan lain (APL) itu jadi salah satu modus pencucian kayu itu yang akan bersama-bersama dalami dan nanti akan dilaporkan," kata dia kepada wartawan, Kamis (4/12).

Raja Juli menegaskan, penyelidikan belum memasuki tahap pemeriksaan perusahaan. Namun secara paralel, tim gabungan dan Polri sudah bergerak menelusuri dua lokasi awal di kawasan Batangtoru, yakni Garuga dan Agoli.

"Namun bagaimana konkret lebih baik tim bekerja secara sinergis dan akan kami laporkan secara reguler ke publik," ucap dia.

Raja Juli meminta publik memberi ruang bagi tim untuk bekerja agar penyampaian data tidak prematur. Ia memastikan laporan hasil penyelidikan akan disampaikan secara berkala dan terbuka.

"Saya kira nanti akan kami sampaikan ada beberpa modus tadi dibicarakan di dalam tapi nanti kalau ada fakta-fakta yang lebih konkret faktual nanti akan kita sampaikan ke publik segera mungkin," ucap dia.

Rekomendasi