Diduga Keracunan Gas, Tiga Pekerja Proyek Tewas di Gorong-Gorong Cipayung

Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab dugaan adanya gas beracun di dalam gorong-gorong tersebut.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Diduga Keracunan Gas, Tiga Pekerja Proyek Tewas di Gorong-Gorong Cipayung
Ilustrasi Mayat (Afandi Ibrahim/Liputan6.com)

Tiga orang pekerja dari sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berlokasi di Jakarta dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan keracunan gas saat mereka sedang berada di dalam gorong-gorong yang terletak di Jalan Pintu 3 Keong Mas, Cipayung, Jakarta Timur. Kejadian tragis ini menunjukkan pentingnya keselamatan kerja, terutama dalam situasi yang berpotensi berbahaya seperti ini.

"Kami mengevakuasi korban keracunan gas di gorong-gorong di Jalan Pintu 3 Keong Mas, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, sebanyak tiga orang meninggal dunia," ungkap Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, dalam pernyataannya di Jakarta pada Kamis (9/7/2026). Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan dan keselamatan di lokasi-lokasi kerja yang berisiko tinggi.

Abdul juga menjelaskan bahwa pihak Gulkarmat menerima laporan mengenai insiden tersebut pada pukul 09.49 WIB dari petugas dari instansi lain. Tindak lanjut dari laporan itu membuat Pos Gulkarmat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) segera mengerahkan dua unit penyelamat dengan total 12 personel untuk menuju ke lokasi kejadian.

"Petugas menerima informasi pada pukul 09.49 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.55 WIB. Operasi penyelamatan dimulai pukul 10.00 WIB dan selesai pada pukul 11.55 WIB," jelas Abdul, sebagaimana dikutip dari Antara. Proses penyelamatan yang dilakukan menunjukkan betapa pentingnya respons cepat dalam menghadapi situasi darurat untuk meminimalisir risiko yang lebih besar.

Abdul memberikan penjelasan mengenai kejadian yang terjadi di lokasi proyek. Insiden ini dimulai ketika seorang pekerja masuk ke dalam gorong-gorong untuk melaksanakan tugasnya. Saat ia berada di sekitar setengah tangga menuju dasar gorong-gorong, korban tiba-tiba pingsan. Melihat rekannya tidak sadarkan diri, seorang pekerja lain berusaha memberikan pertolongan dengan ikut masuk ke dalam gorong-gorong. Sayangnya, pekerja tersebut juga mengalami pingsan, diduga karena menghirup gas beracun yang ada di dalam saluran tersebut. "Pekerja proyek pam sedang masuk gorong-gorong lalu setengah tangga pingsan, dan temannya menolong untuk membantu namun ikut pingsan juga, lalu masuk satu orang pingsan lagi, jadi total tiga orang," ungkap Abdul.

Setelah menerima laporan, petugas Gulkarmat segera menuju lokasi untuk melakukan operasi penyelamatan terhadap para korban. Mereka menerapkan prosedur penyelamatan di ruang terbatas (confined space rescue) yang dimulai pada pukul 10.00 WIB. Meskipun proses evakuasi berlangsung hingga pukul 11.55 WIB, sayangnya ketiga pekerja tersebut dinyatakan telah meninggal dunia. Saat ini, penyebab pasti dari dugaan adanya gas beracun di dalam gorong-gorong masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. Kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat bahaya yang mengintai di area kerja yang berisiko tinggi.

Rekomendasi