Soal Pengganti Immanuel Ebenezer, Menaker Tak Mau Langkahi Prabowo
Bicara soal penggantinya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut kewenangan itu sepenuhnya berada di tangan Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto telah mencopot Immanuel Ebenezer dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), usai yang bersangkutan menjadi tersangka kasus pemerasan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bicara soal penggantinya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut kewenangan itu sepenuhnya berada di tangan Prabowo.
"Pengganti, tentu pak Presiden yang lebih tahu," ujar Menaker Yassierli saat ditemui di Jakarta, Kamis (28/8).
Menaker menegaskan bahwa dia menghormati sepenuhnya apa yang dilakukan oleh KPK. Dia pun tidak ingin melampaui proses yang tengah dikerjakan oleh KPK.
"Jadi terkait tentang OTT, sekali lagi kita hormati proses KPK. Jadi saya tidak mau komentar dulu. Saya khawatir itu mengganggu proses penyidikan yang sedang terjadi," kata dia.
Seperti diketahui, Immanuel Ebenezer alias Noel ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap perusahaan, dalam pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan. Noel diringkus oleh KPK pada Rabu, 20 Agustus 2025 lalu.
Bikin Malu Prabowo
Terpisah, Presiden Prabowo Subianto mengaku malu karena adanya anggota Partai Gerindra yang terjerat kasus dugaan korupsi. Meskipun tidak menyebut nama, namun Immanuel Ebenezer yang terciduk KPK berstatus sebagai anggota Partai Gerindra.
Prabowo lantas menyinggung pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI yang tak akan melindungi anggota Gerindra yang tersangkut kasus hukum.
"Di MPR tanggal 15 Agustus ingat pidato saya? Saya katakan, kalaupun ada anggota Gerindra yang melanggar saya tidak akan melindungi, eh beberapa hari kemudian ada anggota Gerindra," kata Prabowo dalam acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo Tahun 2025 di ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis (28/8).
Prabowo Sebut Noel Khilaf
Menurut dia, Noel belum menjadi kader Partai Gerindra. Prabowo menjelaskan kader Partai Gerindra harus mengikuti pendidikan, sedangkan Noel belum sempat mengikuti kaderisasi.
"Tapi dia anggota dia belum kader, kalau kader itu ikut pendidikan, yang tadi otoman itu dia harus belajar itu, aduuh dia, enggak keburu ikut kaderisasi," ujarnya.
"Tapi tetap, tetap saya agak malu saya, sebetulnya orangnya itu menarik ya, mungkin dia khilaf," sambung Prabowo.