Blak-blakan Noel Ebenezer Bacakan Pleidoi, Di-Blacklist Maskapai Penerbangan Gara-Gara Usut Penahanan Ijazah
Menurut Noel, dari pengaduan dan penelusuran diterimanya saat itu, terdapat banyak ijazah pekerja tertahan dan kemudian dapat dikembalikan.
Terdakwa mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel menyinggung ihwal kasus paling membekas saat ditanganinya selama 10 bulan menjabat sebagai pejabat negara, yakni penahanan ijazah di lingkungan Lion Group. Menurut dia, dari pengaduan dan penelusuran diterimanya saat itu, terdapat banyak ijazah pekerja tertahan dan kemudian dapat dikembalikan.
"Setiap ijazah yang kembali berarti satu masa depan yang dibuka kembali. Saya akan menyampaikan perhitungan sederhana. Apabila satu ijazah ditebus dengan nilai Rp40 juta dan jika pekerja yang terdampak mencapai 10 ribu orang, maka nilai uang buruh tersebut mencapai Rp400 miliar. Dan ini baru satu angka di industri penerbangan, khususnya Lion!" kata Noel saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam kasus dugaan korupsi pemerasan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/5).
Noel Terima Banyak Laporan Penahanan Ijazah
Noel menyebut, kasus Lion hanya satu dari sekian banyak hal serupa yang ditemuinya seperti para tenaga kerja medis, buruh lepas, dan tenaga kerja sekuriti.
"Saya baru mengambil satu item tenaga kerja di industri, kalau saya pukul rata 10 ribu (karena praktiknya mereka meminta uang tebusan Rp40 juta), kalau saya kalkulasi, saya menyelamatkan satu industri penerbangan uang rakyat itu Rp400 miliar. Baru satu industri!" ujar Noel.
Noel mengatakan, angka itu adalah estimasi untuk menggambarkan besarnya beban yang mungkin ditanggung buruh. Namun demikian, sebagai pejabat negara kala itu, dirinya pun ikut merasakan kerugian seperti ditolak naik maskapai Lion.
"Salah satu industri penerbangan, Lion, langsung banned saya. Saya satu-satunya pejabat di republik ini, pejabat negara, yang tidak boleh menaiki pesawat dari industri penerbangan khususnya Lion. Saya memahami bahwa sikap saya mungkin tidak menyenangkan pihak tertentu. Tetapi dalam pandangan saya saat itu, risiko seperti itu adalah bagian dari konsekuensi ketika menjabat, memilih berdiri di sisi pekerja yang merasa haknya tertahan," tegas Noel.
Noel meluruskan, pengalaman yang disampaikan dalam nota pembelaan bukan bertujuan menyudutkan Lion. Namun semata ingin membuktikan, bahwa ada kerja dengan resiko tinggi untuk memperjuangkan hak rakyat.
"Saya tidak menyampaikan ini untuk menyerang perusahaan tertentu. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa dalam menjalankan tugas, saya tidak selalu mengambil jalan yang nyaman bagi diri saya sendiri. Saya menyerahkan sepenuhnya kepada Yang Mulia untuk menilai berdasarkan data, dokumen, dan fakta yang tersedia," Noel menandasi.