Bacakan Pledoi, Noel Klaim Bantuan Hari Raya Ojol Hasil Usahanya Sebagai Wakil Menteri
Noel menyinggung perhatian dan perjuangannya terhadap kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol) dan kurir daring saat masih menjabat sebagai wakil menteri.
Terdakwa kasus dugaan korupsi pemerasan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, menjalani sidang pembacaan pledoi atau nota pembelaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/5/2026).
Dalam pembelaannya, Noel menyinggung perhatian dan perjuangannya terhadap kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol) dan kurir daring saat masih menjabat sebagai wakil menteri.
“Saya juga menaruh perhatian kepada pekerja ojol dari awal masa jabatan saya. Saya melihat pengemudi ojol dan kurir online sebagai kelompok pekerja yang ikut menopang ekonomi rakyat, tapi sering berada dalam posisi rentan,” ujar Noel di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/5/2026).
Noel Klaim Jadi Penggagas Bantuan Hari Raya Ojol
Dalam pledoinya, Noel menyebut salah satu inisiatif yang menurutnya paling berdampak bagi kesejahteraan pengemudi ojol dan kurir daring adalah program Bantuan Hari Raya (BHR) dari perusahaan aplikator kepada para mitra.
Ia mengatakan, selama bertahun-tahun para pengemudi ojol tidak pernah mendapatkan bantuan hari raya meski bekerja layaknya pekerja formal.
“Kerentanan itu kemudian mendorong pembahasan Bantuan Hari Raya atau THR bagi mitra ojol dan juga terkait ojol ini, praktik untuk tidak memberikan THR juga puluhan tahun. Dengan hadirnya saya, inisiatif saya, dan juga keberanian saya, lahirlah yang namanya Bantuan Hari Raya untuk ojek online,” bangga Noel.
Menurut Noel, BHR bagi pengemudi ojol bukan sekadar bantuan uang hari raya, melainkan bentuk penghargaan atas kerja keras mereka setiap hari.
Noel Mengaku Pernah Jadi Pengemudi Ojol
Noel juga mengaku memahami langsung kehidupan para pengemudi ojol karena pernah menjalani pekerjaan tersebut. Ia mengatakan, di balik profesi pengemudi ojol terdapat tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Saya pernah merasakan sendiri bekerja sebagai ojek online. Di balik jaket ojol, ada keluarga, cicilan, anak yang harus sekolah, dan manusia yang bekerja keras dari pagi sampai malam,” tutur Noel.
Di akhir pembelaannya, Noel menegaskan program BHR lahir dari keyakinannya bahwa negara harus hadir untuk seluruh rakyat, termasuk para pengemudi ojol.
Menurut dia, para pengemudi ojol juga layak mendapatkan perlindungan dan penghargaan atas pekerjaan yang mereka lakukan.
“Negara harus mulai melihat mereka bukan hanya sebagai mitra aplikasi, tetapi sebagai pekerja yang juga membutuhkan perlindungan dan penghargaan," Noel menandasi.