Gregetan Wamen Noel Rogoh Kantong Ajak Anak Buah Patungan Tebus Ijazah Pekerja
Wamen Noel rogoh kocek tebus ijazah pekerja yang ditahan perusahaan.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, Immanuel Ebenezer Gerungan, aktif menyelamatkan pekerja yang mendapatkan perlakuan tidak adil dari pemberi kerja. Terutama terkait penahanan ijazah.
Kali ini, Wamen Noel melakukan sidak penahanan ijazah di PT Virtus Facility Services, di Jakarta. Momen itu diunggah di akun Instagram @immanuelebenezer. Wamen melakukan sidak karena mendapatkan aduan dari karyawan yang ijazahnya ditahan.
Di sana Wamen Noel ditemani oleh anak buahnya untuk membereskan kasus tersebut. Wamen berdebat dengan sangat keras, bahkan sampai siap patungan untuk tebus ijazah para pekerja. Simak ulasannya sebagai berikut.
Wamen Sidak Perusahaan Tahan Ijazah
Wakil Menteri, Immanuel Ebenezer Gerungan, mendapatkan laporan dari mantan karyawan yang ijazahnya ditahan oleh perusahaan sejak tahun 2017 lalu. Wamen kemudian langsung gerak cepat melakukan sidak.
Menurut keterangan mantan karyawan, ia diminta untuk menebus ijazah tersebut sebesar Rp2 juta. Sehingga Wamen Noel mengatakan jika penahanan ijazah yang dilakukan oleh perusahaan adalah bentuk tindakan kriminal.
“Mereka ini ngadu ke tempat kita terkait ijazah yang ditahan, dan minta tebusan Rp2 juta. Perusahaan ini minta ke mantan pekerjanya Rp2 juta. Jadi ini bentuk kejahatan dan bentuk tindakan kriminal,” ucap Wamen Noel.
Bahkan ia dengan tegas mengatakan jika praktik menahan ijazah itu terus dilakukan maka perusahaan tersebut akan ditutup dan disegel.
“Kalau praktik itu masih dilakuin ya kita tutup perusahaannya. Kita segel,” tegasnya.
Siap Patungan Tebus Ijazah
Alotnya perdebatan antara perusahaan dan wamen membuat tidak ada jalan tengah yang ditemukan. Pekerja yang ditahan ijazahnya mengatakan jika ia harus membayar Rp2 juta untuk satu ijazah.
Meski begitu, pihak perusahaan terus mengatakan jika ia perlu melihat data kedua mantan karyawannya. Jika memang terbukti menahan ijazah, maka ia siap untuk mengembalikan.
“Saya juga perlu melihat dulu data mereka, supaya saya juga tahu. Saya mau dengar dari mereka nantinya. Ya kalau itu ada ditahan ya kita akan kembalikan. No problem ya,” kata perwakilan perusahaan.
Saking geramnya dengan perdebatan yang tidak kunjung selesai, Wamen Noel langsung mengatakan bahwa dia siap membayar dengan uang pribadinya agar ijazah kedua mantan karyawan tersebut dikembalikan.
“Udah saya yang bayar, saya yang bayar. Udah nggak apa-apa. Saya yang bayar cepat nomor rekening berapa?” tegas Wamen Noel.
Di sana, Wamen meminta anak buahnya untuk mengumpulkan uang di dompetnya sampai terkumpul sejumlah Rp4 juta untuk dua ijazah.
“Kumpulin semua duit-duit ini. Kumpulin semua duit sini,” ucap Wamen sambil menghitung uang yang dikumpulkan dari kantongnya dan anak buah.