Said Abdullah Tegaskan PDIP Tidak Terlibat dalam Aksi Demo Mahasiswa dan Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi
Said Abdullah menegaskan bahwa PDIP tidak terlibat dalam aksi demonstrasi mahasiswa dan mengimbau pemerintah untuk lebih terbuka dalam mendengarkan kritik.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak terlibat dalam demonstrasi mahasiswa yang belakangan ini mencuat. Ia menyatakan bahwa demonstrasi merupakan hak untuk menyampaikan aspirasi, asalkan dilakukan dengan tertib dan tidak merusak. Menurut Said, sikap PDIP jelas dalam menanggapi gelombang aksi mahasiswa.
"Bagi PDI Perjuangan, siapa pun yang demo, asal tidak merusak dan menyuarakan aspirasi, sah-sah saja," ujarnya.
Namun, ia menekankan bahwa ada batasan yang tidak boleh dilanggar, terutama jika aksi tersebut berkaitan dengan upaya mengorganisir atau mengondisikan massa. "Mengorganisir, mendekati, supaya orang demo, apalagi mahasiswa, itu di luar cakupan," kata Said.
Said juga membantah tuduhan bahwa PDIP terlibat dalam aksi mahasiswa, baik secara langsung maupun melalui pola pengondisian tertentu. Ia menegaskan bahwa partainya tidak memiliki keterlibatan dalam demonstrasi yang terjadi.
"Dipastikan PDI Perjuangan, terhadap berbagai demonstrasi, baik yang lalu maupun turunnya adik-adik mahasiswa, tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDI Perjuangan," tegasnya. Ia bahkan memastikan bahwa cara-cara seperti itu bukan karakter dari partainya.
"Itu bukan cara-cara PDI Perjuangan," ujarnya. Ketika tuduhan tersebut terus dikaitkan dengan partainya, Said menilai hal itu tidak berdasar. "Kalau itu dikait-kaitkan, menurut hemat saya, sangat tidak make sense sama sekali," ucapnya. Said menambahkan, "Saya pastikan dan saya janji bahwa PDI Perjuangan tidak akan pernah terlibat dengan cara-cara yang sama."
Di sisi lain, Said meminta pemerintah untuk tidak alergi terhadap kritik yang datang dari mahasiswa. Ia berpendapat bahwa aksi mahasiswa harus dipahami sebagai aspirasi yang perlu didengar, bukan sekadar tekanan politik.
"Pemerintah terbuka saja terhadap kritik, dan penting bagi pemerintah menjadi pendengar yang baik, kemudian menyerap apa yang dimau dari mahasiswa," kata dia.
Menurut Said, dalam situasi seperti ini, yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah merespons substansi tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa. Ia juga berpandangan bahwa pemerintah pada dasarnya sudah mulai merespons sejumlah persoalan yang berkembang di ruang publik. "Pada dasarnya pemerintah sudah merespons," ujar Said.
Dengan penegasan itu, Said Abdullah ingin meluruskan bahwa PDIP tidak ikut terlibat ataupun melakukan pengondisian dalam aksi demonstrasi mahasiswa. Di saat yang sama, ia tetap menempatkan kritik mahasiswa sebagai bagian penting dari demokrasi yang harus dihormati dan didengar oleh pemerintah.