Kondisi Terbaru Andrie Yunus, Kini Sudah Bisa Mandi dan Makan Sendiri
Dalam sebulan terakhir, Andrie Yunus menjalani fisioterapi untuk memulihkan fungsi motorik terdampak akibat serangkaian operasi.
Kondisi aktivis KontraS Andrie Yunus berangsur membaik. Andrie Yunus kini sudah bisa mandi dan makan sendiri meski masih harus menjalani fisioterapi dan rawat jalan akibat disiram air keras.
Dalam sebulan terakhir, Andrie Yunus menjalani fisioterapi untuk memulihkan fungsi motorik terdampak akibat serangkaian operasi.
“Fisioterapi itu untuk mengembalikan fungsi motorik karena beberapa proses operasi menyentuh saraf dan otot. Dikhawatirkan ototnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” kata Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya, Rabu (17/6).
Hasil Terapi
Menurut dia, hasil terapi mulai menunjukkan perkembangan positif. Andrie Yunus kini sudah mampu melakukan gerakan-gerakan ringan dan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
“Alhamdulillah prosesnya berjalan baik. Dia sudah mulai bisa senam ringan, sudah bisa mandi, dan sudah bisa makan tanpa disuapi,” ujar dia.
Dimas menjelaskan, tangan Andrie Yunus sempat mengalami kontraksi akibat proses operasi pada jaringan kulit. Karena itu fisioterapi diperlukan agar otot tidak menjadi kaku.
Meski kondisi fisiknya membaik, pemulihan pada mata kanan korban masih menjadi perhatian utama tim dokter.
Hingga saat ini mata kanan Andrie Yunus masih diperban. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi bola mata yang mengalami cedera akibat cairan kimia.
“Yang dijaga sekarang supaya kondisi bola mata tetap utuh dan fungsi penglihatannya masih bisa dipertahankan,” kata Dimas.
Operasi Lanjutan Mata Kanan
Menurut dia, berdasarkan penjelasan tim dokter pada April lalu, operasi lanjutan pada mata kanan kemungkinan akan dilakukan sekitar Agustus 2026.
Saat ini Andrie Yunus sudah tidak menjalani perawatan inap dan hanya melakukan rawat jalan secara berkala sejak akhir April lalu.
Meski telah pulang dari rumah sakit, Andrie masih berada dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Selain faktor keamanan, pembatasan aktivitas juga dilakukan karena sejumlah luka korban masih dalam tahap pemulihan dan rentan mengalami infeksi.
“Kalau beraktivitas normal di luar dikhawatirkan terjadi infeksi. Karena itu masih ada perlindungan dari LPSK,” ujarnya.
Andrie Yunus Pantau Perkembangan Kasus
Dimas mengatakan Andrie Yunus hingga kini masih mengikuti perkembangan kasus yang menimpanya melalui keluarga, tim hukum dan rekan-rekannya di KontraS.
Namun jika sewaktu-waktu dibutuhkan keterangannya dalam proses hukum, pemeriksaan kemungkinan dilakukan secara daring atau melalui mekanisme tertulis dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan korban.
"Kalau di kepolisian kami belum tahu, tapi kalaupun nanti dia diperiksa, opsinya mungkin tidak langsung," ujar dia.