Seorang jemaah haji khusus asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Supanto Darto Atemo (73) seakan mendapatkan mukjizat saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi. Penjual bakso ini bisa menyelesaikan Tawaf di Kakbah tanpa bantuan kursi roda meski kondisinya mengalami cedera pasca terjatuh dari kamar mandi.
Sebulan lalu, Kamis (14/5), Supanto berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya, Surani Ngadi Asmorejo (46), sebagai bagian dari 105 jemaah haji khusus PT An-Nur Maarif. Saat dilepas Kepala Kantor Wilayah Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, ia duduk di atas kursi roda.
Saat berangkat ke Tanah Suci, tubuhnya belum sepenuhnya pulih dari cedera akibat terjatuh di kamar mandi. Ia pun harus dibantu dengan kursi roda.
Namun, Supanto merasakan perubahan kondisi kesehatannya saat akan melakukan Tawaf di depan Kakbah Masjidil Haram. Supanto yang berdoa bisa diberikan kesembuhan, mencoba melakukaan Tawaf tanpa kursi roda.
Supanto akhirnya mampu menyelesaikan tawaf sebanyak tujuh putaran mengelilingi Ka'bah. Jarak satu putaran tawaf diperkirakan mencapai 500 hingga 700 meter.
"Saya terus berdoa semoga Allah menyembuhkan penyakit saya. Meskipun belum kembali seperti sedia kala, tapi saya sudah bersyukur," ucap Supanto saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Kursi roda yang dulu menemaninya berangkat, kini dia tinggalkan di Tanah Suci. Ia ingin kursi itu digunakan oleh jemaah lain yang membutuhkan.
Di kampung halamannya, Supanto dikenal sebagai penjual bakso di belakang Rumah Jabatan Bupati Bone. Usaha yang telah dirintisnya sekitar 20 tahun lalu kini mempekerjakan 12 karyawan.
Meski telah menyandang gelar haji dan merasakan pengalaman spiritual yang begitu mendalam, Supanto mengaku tak akan meninggalkan profesinya.
"Kalau sudah sehat, saya tetap jualan bakso. Dari situlah saya mencari rezeki dan Allah memberi jalan sampai bisa berhaji," katanya.
Supanto masih menjalani terapi refleksi untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Keluarganya pun telah menghubungi seorang terapis dari Kota Palopo yang dikenal ahli di bidangnya.
Namun, bagi Supanto kesembuhan bukan semata hasil pengobatan, tetapi ada doa-doa yang dipanjatkan di depan Ka'bah. Ada keyakinan yang tak pernah padam.
Pembimbing jemaah, Ustaz Rahmat Salim mengungkapkan perubahan kesehatan dialami Supanto usai melaksanakan ibadah di Masjidil Haram.
"Tekadnya masya Allah untuk jalan kaki luar biasa," kata Rahmat.
Advertisement
Bisa Jalan Usai Haji
Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulsel Ikbal Ismail mengaku terharu bisa melihat Supanto bisa kembali jalan usai menjalankan ibadah haji. Ia teringat saat mengantar Supanto berangkat haji masih menggunakan kursi roda.
"Masya Allah, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah menghendaki. Kun fayakun," ujarnya.
Ikbal Ismail masih mengingat pesan yang disampaikannya saat melepas Supanto sebulan lalu.
"Banyak berdoa di depan Ka'bah. Minta kepada Allah, karena semua Dia yang mengatur," kenangnya.
Dan kini, di hadapan banyak orang, Supanto menjadi bukti bahwa harapan tidak pernah sia-sia. Bahwa di antara jutaan langkah para jemaah haji, selalu ada kisah-kisah kecil yang mengajarkan manusia untuk terus percaya.