Wali Kota Singkawang Dorong Peran Cendekiawan Dayak untuk Pembangunan Daerah
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mendorong penguatan Peran Cendekiawan Dayak melalui Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mendorong penguatan Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) sebagai mitra strategis pemerintah. Dorongan ini bertujuan mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan di Singkawang. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi DPD-ICDN Kota Singkawang pada Jumat (27/3) di ruang kerjanya.
Audiensi ini merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan baru DPD-ICDN Kota Singkawang periode 2025–2030. Organisasi cendekiawan Dayak ini menyatakan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam berbagai sektor penting. Mereka fokus pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kapasitas cendekiawan Dayak di wilayah tersebut.
Tjhai Chui Mie menyambut baik kehadiran dan semangat pengurus baru ICDN, menilai organisasi ini krusial. Keberadaan ICDN memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan sumber daya manusia, khususnya di kalangan masyarakat Dayak. Sinergi antara pemerintah dan organisasi cendekiawan sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pembangunan.
Sinergi ICDN dan Pemerintah untuk Pembangunan Inklusif
Wali Kota Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun daerah. Oleh karena itu, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi cendekiawan seperti ICDN, sangat dibutuhkan. Kehadiran ICDN dianggap sebagai elemen strategis dalam pembangunan daerah Singkawang.
Kolaborasi antara Pemerintah Kota Singkawang dan ICDN diharapkan dapat terus diperkuat. Penguatan ini bertujuan untuk merumuskan program-program inovatif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas. Program-program tersebut harus berfokus pada kebutuhan riil warga Singkawang.
ICDN telah menyatakan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan. Komitmen ini mencakup sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kapasitas cendekiawan Dayak. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Peran ICDN dalam Memperkuat Kebinekaan dan Harmonisasi Sosial
Selain fokus pada pembangunan fisik dan sumber daya manusia, Tjhai Chui Mie juga mendorong ICDN mengambil peran penting dalam memperkuat nilai-nilai kebinekaan. Kota Singkawang dikenal sebagai kota toleran dengan masyarakat yang majemuk. Oleh karena itu, menjaga harmonisasi sosial adalah prioritas utama pemerintah kota.
ICDN diharapkan mampu berperan lebih optimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Singkawang. Organisasi ini juga diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Penguatan harmonisasi sosial di Kota Singkawang menjadi salah satu fokus utama yang diemban ICDN. Dengan demikian, organisasi ini dapat berkontribusi signifikan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan suku. Peran ini sangat vital untuk keberlanjutan predikat Kota Toleran yang disandang Singkawang.
Sumber: AntaraNews