Desa Wisata Ujung Tombak Estetika IKN: Mengapa Kaltim Berharap Jadi Bali Baru?
Wakil Gubernur Kaltim tegaskan desa wisata IKN jadi motor ekonomi baru dan penopang estetika Ibu Kota Nusantara. Simak mengapa potensi ini sangat krusial!
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, baru-baru ini menyoroti peran krusial desa wisata dalam menunjang estetika Ibu Kota Nusantara (IKN). Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Jambore Desa Wisata di Samarinda, Kamis malam. Beliau menekankan bahwa sektor pariwisata akan menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah tersebut.
Menurut Seno Aji, setelah era sumber daya alam seperti kayu, batu bara, dan kelapa sawit, kini saatnya Kaltim mempersiapkan diri dengan ekonomi kreatif. Salah satu pilar utamanya adalah pengembangan destinasi wisata berkelanjutan. Ini menjadi langkah strategis untuk masa depan ekonomi daerah.
Pengembangan desa wisata dinilai sangat penting seiring dengan proyek IKN yang akan mendatangkan ratusan ribu penduduk baru. Para aparatur sipil negara dan pekerja di IKN dipastikan membutuhkan alternatif rekreasi. Kondisi ini membuka peluang besar bagi desa-desa dengan potensi wisata.
Potensi Alam Melimpah, Pariwisata Berkelanjutan Kunci Masa Depan
Kalimantan Timur dianugerahi potensi alam yang luar biasa, mulai dari kekayaan bawah tanah, darat, hingga potensi kelautan yang melimpah. Namun, potensi ini harus diimbangi dengan pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Hal ini penting sebagai persiapan masa depan ekonomi daerah.
Seno Aji menyatakan, "Kami yakin dan percaya setelah masa era kayu selesai, berganti era batu bara, berganti lagi era kelapa sawit, setelah itu tentu saja kita harus mempersiapkan ekonomi-ekonomi baru, ekonomi kreatif yang di antaranya adalah tempat wisata." Pernyataan ini menegaskan visi jangka panjang Kaltim. Fokus pada desa wisata IKN adalah bagian dari strategi ini.
Perpindahan ibu kota negara ke Kaltim diprediksi akan mendatangkan ratusan ribu penduduk baru. Kelompok ini, termasuk ASN dan pekerja IKN, akan mencari destinasi rekreasi alternatif di akhir pekan. Ini menciptakan pasar potensial yang besar bagi desa wisata IKN.
Desa Wisata: Penggerak Ekonomi Lokal dan UMKM
Keberadaan desa wisata akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat. Hal ini terjadi melalui tumbuhnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar destinasi. Peningkatan kunjungan wisatawan secara langsung akan memicu pertumbuhan sektor ini.
Produk-produk ekonomi kreatif dan kerajinan lokal akan bangkit seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke desa-desa tersebut. Ini mencakup berbagai jenis produk, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan. Desa-desa wisata yang ada maupun yang masih rintisan didorong untuk terus berbenah dan memoles diri.
Dengan menjadi pilihan utama wisatawan, desa wisata IKN tidak hanya menawarkan pengalaman rekreasi. Lebih dari itu, mereka juga menjadi etalase bagi produk lokal. Ini secara signifikan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Sinergi Multi-Pihak dan Belajar dari Bali untuk Desa Wisata IKN
Untuk mencapai tujuan pengembangan pariwisata yang profesional, Wagub Kaltim berharap Kalimantan Timur dapat mencontoh keberhasilan Bali. Bali dikenal luas karena pengelolaan potensi pariwisatanya yang terintegrasi dan profesional. Ini menjadi tolok ukur bagi pengembangan desa wisata IKN.
Seno Aji menegaskan perlunya sinergi dan kerja sama dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, kelompok sadar wisata, akademisi, hingga praktisi pariwisata diharapkan dapat bahu-membahu memajukan sektor ini. Kolaborasi ini esensial untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang kuat.
Selain itu, Wagub juga mendorong perusahaan tambang dan perkebunan untuk menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dana CSR ini diharapkan dapat dialokasikan bagi pengembangan desa wisata di sekitar wilayah operasi mereka. Dukungan ini akan mempercepat pertumbuhan dan kemandirian desa wisata IKN.
Sumber: AntaraNews