Khofifah Proyeksikan Produksi Jagung Jawa Timur Capai 5,4 Juta Ton pada 2026, Perkuat Swasembada Pangan Nasional

Gubernur Khofifah Indar Parawansa optimis **produksi jagung Jawa Timur** akan menembus 5,4 juta ton di tahun 2026, menegaskan peran strategis Jatim dalam mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Simak proyeksi lengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Khofifah Proyeksikan Produksi Jagung Jawa Timur Capai 5,4 Juta Ton pada 2026, Perkuat Swasembada Pangan Nasional
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menargetkan produksi jagung Jatim mencapai 5,4 juta ton pada tahun 2026, menegaskan peran strategis provinsi ini dalam mewujudkan swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani. (AntaraNews)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini menyatakan optimisme tinggi terhadap sektor pertanian di wilayahnya. Ia memproyeksikan bahwa produksi jagung di Jawa Timur akan mencapai angka impresif sekitar 5,4 juta ton pada tahun 2026 mendatang. Pernyataan ini disampaikan di Surabaya pada Jumat, 9 Januari, menekankan komitmen daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Proyeksi ambisius ini muncul seiring dengan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras, dan kini menargetkan swasembada jagung pada tahun 2026. Khofifah menegaskan peran strategis Jawa Timur sebagai lumbung jagung terbesar, memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan pakan dan pangan nasional. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam mengamankan pasokan komoditas vital ini.

Peningkatan produksi jagung ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan pakan ternak, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Fokus pada petani menjadi prioritas utama, terbukti dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur yang signifikan. Dengan demikian, upaya ini mencakup dimensi ekonomi dan sosial secara bersamaan.

Proyeksi Produksi Jagung Jawa Timur dan Luas Lahan

Gubernur Khofifah Indar Parawansa secara spesifik memproyeksikan **produksi jagung Jawa Timur** dengan kadar air 14 persen akan mencapai 5.445.158 ton pada tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan yang diharapkan dapat memperkuat posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan. Proyeksi ini didasarkan pada data dan analisis yang cermat terhadap potensi lahan pertanian di provinsi tersebut.

Berdasarkan Angka Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Januari 2026, luas panen jagung di Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai 755.417 hektare. Produktivitas lahan jagung tercatat sebesar 6,07 ton per hektare, menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan pertanian. Data ini menjadi fondasi kuat bagi optimisme target produksi di masa mendatang.

Total luas baku sawah di Jawa Timur mencapai 1.207.997 hektare, yang terbagi menjadi lahan irigasi seluas 719.598 hektare (59,57 persen) dan lahan nonirigasi atau tadah hujan seluas 488.379 hektare (40,43 persen). Realisasi tanam jagung sepanjang 2025 bahkan mencapai 990.011 hektare, menunjukkan upaya masif petani. Angka-angka ini menggambarkan potensi besar untuk pengembangan **produksi jagung Jawa Timur**.

Kontribusi Jagung terhadap Swasembada Pangan dan Kesejahteraan Petani

Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu lumbung jagung terbesar di Indonesia, dengan kontribusi produksi yang sangat signifikan terhadap kebutuhan nasional. Keberadaan jagung sebagai komoditas strategis sangat vital, tidak hanya sebagai bahan pangan tetapi juga sebagai pakan ternak. Ini menopang sektor peternakan dan agribisnis lainnya secara luas.

Produksi Jagung Pipilan Kering (JPK) dengan kadar air 28 persen pada tahun 2025 tercatat 6.203.461 ton, sedangkan JPK kadar air 14 persen mencapai 4.585.921 ton. Rata-rata harga jagung tingkat produsen berada pada kisaran Rp5.985 per kilogram, menurut Laporan Pelayanan Informasi Pasar. Angka-angka ini menunjukkan dinamika pasar dan nilai ekonomi dari **produksi jagung Jawa Timur**.

Perhatian pemerintah daerah tidak hanya terfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada Desember 2025 mencapai 118,96, naik sebesar 3,95 persen, menjadi kenaikan tertinggi di Pulau Jawa. Kondisi ini menunjukkan posisi kesejahteraan petani Jawa Timur yang semakin kuat, sejalan dengan peningkatan **produksi jagung Jawa Timur**.

Untuk tahun 2026, dengan proyeksi produksi jagung 5.445.158 ton dan kebutuhan konsumsi sekitar 89.820 ton, serta kebutuhan pakan ternak 4.152.060 ton, Jawa Timur diprediksi akan mengalami surplus jagung sekitar 1.203.818 ton. Surplus ini akan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung sektor peternakan. Ini menegaskan peran penting provinsi dalam menjaga stabilitas pasokan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi