Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) revitalisasi Pasar Gardu Asem di Kemayoran, Jakarta Pusat, dan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara, Senin (6/4/2026). Dalam kesempatan itu, Pramono menyampaikan apresiasinya kepada Perumda Pasar Jaya yang saat ini mengelola 153 pasar di Jakarta.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada Perumda Pasar Jaya yang saat ini mengelola 153 pasar. Dan saya menyetujui untuk beberapa pasar dilakukan revitalisasi, perbaikan, termasuk hari ini di tempat ini," kata Pramono.
Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah melakukan revitalisasi pasar-pasar tradisional di wilayah ibu kota. Ratusan pasar tradisional akan ditata menjadi lebih modern tanpa menghilangkan ciri khas dan keunikannya sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kami akan melakukan revitalisasi beberapa pasar lainnya dalam waktu dekat ini karena memang Jakarta sekarang ini, kita akan rapikan pasar-pasar tradisional yang ada," jelas dia.
Advertisement
Anggaran Revitalisasi Lebih dari Rp20,8 Miliar
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menyebut pembangunan kedua pasar tersebut menggunakan alokasi dana Penyertaan Modal Daerah (PMD).
Untuk revitalisasi Pasar Kramat Jaya, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp10,2 miliar, sedangkan Pasar Gardu Asem sebesar Rp10,6 miliar.
"Tadi karena banyak kendala teknis dan alhamdulillah kita selesaikan semua masalah-masalah tersebut, bisa kita lakukan groundbreaking pada hari ini," ujar Agus.
Ia menegaskan bahwa pasar tradisional memiliki peran vital dalam struktur sosial ekonomi dan kemandirian masyarakat. Karena itu, revitalisasi dilakukan guna meningkatkan layanan bagi pedagang maupun pembeli.
Kedua pasar ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, antara lain musala, toilet umum dan toilet disabilitas, jaringan air PAM, ruang laktasi, area parkir mobil dan motor, hidran, panel surya, CCTV, serta tempat pembuangan sampah sementara.
Khusus untuk Pasar Kramat Jaya, juga akan tersedia sarana olahraga dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal pasar tradisional.
Advertisement
Ditargetkan Rampung Awal 2027
Kedua pasar tersebut ditargetkan rampung direvitalisasi pada awal 2027. Agus menjelaskan, Pasar Gardu Asem ditargetkan selesai dalam 11 bulan atau pada akhir Maret 2027. Sementara Pasar Kramat Jaya diperkirakan rampung dalam delapan bulan, yakni pada akhir Januari 2027.
"Untuk yang Pasar Gardu Asem ini akan selesai selama 11 bulan atau di akhir Maret 2027. Kemudian untuk yang Pasar Kramat Jaya delapan bulan, ini akan selesai di akhir Januari 2027. Untuk yang Pasar Kramat Jaya memang belum ada pedagangnya karena itu tanah kosong, kalau yang ini (Gardu Asem) dipindah ke tempat penampungan sementaranya di Pasar Nangka Bungur," kata Agus.