Indonesia berhasil mengamankan tujuh kesepakatan dagang dengan potensi nilai transaksi mencapai US$60,3 juta dalam pameran dagang makanan dan minuman premium Asia, Salon International de l’Alimentation (SIAL) di Shanghai, China. Pencapaian ini jauh melampaui target awal yang ditetapkan sekitar US$30 juta, menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa ekspor pangan Indonesia. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan rasa syukur atas peningkatan nilai transaksi yang luar biasa ini.
Pameran SIAL Shanghai yang berlangsung pada Selasa, 20 Mei 2026, menjadi platform strategis bagi Indonesia untuk memperluas akses pasar dan memperkuat kemitraan bisnis. Berbagai produk pangan unggulan Indonesia dipamerkan, menarik perhatian para mitra dagang dari China. Keberhasilan ini menegaskan potensi besar produk-produk Indonesia di pasar internasional, khususnya di salah satu pasar terbesar dunia.
Partisipasi aktif Indonesia dalam ajang internasional seperti SIAL Shanghai merupakan langkah konkret pemerintah untuk mendorong peningkatan ekspor produk-produk unggulan nasional. Fokus utama adalah pada produk pertanian, pangan, dan produk bernilai tambah yang memiliki daya saing tinggi. Upaya ini diharapkan dapat terus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok pangan global.
Advertisement
Advertisement
Produk Unggulan Indonesia Diminati Pasar China
Dalam pameran SIAL Shanghai, berbagai produk pangan Indonesia berhasil menarik minat besar dari pembeli dan distributor China. Produk-produk yang dipamerkan meliputi turunan minyak kelapa sawit mentah (CPO), sarang burung walet, durian beku, rumput laut, aneka jenis keripik, tempe kering, dan kopi. Keberagaman produk ini menunjukkan kekayaan sumber daya alam dan kemampuan industri pengolahan pangan Indonesia.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menjelaskan bahwa produk makanan olahan dari Indonesia terus memperluas dan memperdalam pasarnya di China. Kemendag secara aktif berupaya memfasilitasi pelaku usaha Indonesia untuk beradaptasi dengan standar yang berlaku di China. Ini termasuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan pengemasan, pelabelan, dan bahasa untuk produk ekspor.
Sejauh ini, tidak ada keluhan yang diterima dari mitra China terkait produk Indonesia yang dipamerkan. Hal ini mengindikasikan bahwa para pelaku usaha Indonesia telah memahami dan mematuhi standar yang berlaku sebelum mengirimkan barang ke China. Kepatuhan terhadap standar kualitas dan regulasi menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan pasar internasional.
Advertisement
Advertisement
Tren Positif Perdagangan Indonesia-China
Partisipasi Indonesia di SIAL Shanghai 2026 merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar dan mendorong peningkatan ekspor produk unggulan ke pasar China. Hubungan perdagangan antara Indonesia dan China terus menunjukkan tren positif yang signifikan. China dianggap sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan perdagangan Indonesia di kawasan Asia.
Dalam periode 2021-2025, total perdagangan antara Indonesia dan China tumbuh sebesar 7,24 persen. Pada tahun 2025, ekspor Indonesia ke China tercatat mencapai US$67 miliar, mencerminkan tingginya permintaan dan daya saing produk Indonesia yang terus meningkat di pasar tersebut. Angka ini menunjukkan potensi pasar yang sangat besar bagi produk-produk Indonesia.
Ekspor pertanian Indonesia ke China pada tahun 2025 mencapai US$1,55 miliar, dengan tren pertumbuhan 10,8 persen selama lima tahun terakhir. Sementara itu, ekspor makanan olahan Indonesia ke China bernilai US$386,48 juta. Komoditas unggulan yang semakin diminati di pasar China meliputi sarang burung walet, kopi, rempah-rempah, produk perikanan, rumput laut, produk kelapa, buah-buahan tropis, serta minyak kelapa sawit dan turunannya.
Advertisement
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa permintaan dari pasar China untuk produk Indonesia terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang signifikan bagi pelaku usaha domestik untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk Indonesia. Pemerintah akan terus mendukung upaya-upaya ini demi kemajuan ekonomi nasional.
Sumber: AntaraNews