Teluk Ratai Bersiap Menjadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia

Pangkalan TNI AL di Teluk Ratai dipersiapkan menjadi markas operasional kapal induk Giuseppe Garibaldi yang dijadwalkan tiba pada September 2026.

Ardi Munthe
Oleh Ardi Munthe - Reporter
Teluk Ratai Bersiap Menjadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia
Kapal induk Giuseppe Garibaldi, dari Italia. Kapal tersebut akan menjadi kapal induk pertama Indonesia, yang didapatkan melalui hibah. (Foto: AFP/MARCELLO PATERNOSTRO)

Teluk Ratai di Kabupaten Pesawaran, Lampung, tengah dipersiapkan menjadi markas operasional kapal induk pertama milik TNI Angkatan Laut (AL), Giuseppe Garibaldi. Kapal hibah dari Pemerintah Italia itu dijadwalkan tiba di Indonesia pada September 2026.

Untuk menyambut kedatangan kapal tersebut, pembangunan berbagai fasilitas pendukung di kawasan pangkalan terus dipercepat. Seluruh infrastruktur ditargetkan selesai sebelum kapal induk tiba sehingga dapat langsung digunakan untuk mendukung operasional.

Komandan Brigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo mengatakan progres pembangunan fasilitas saat ini telah mencapai sekitar 75 hingga 80 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.

"Rencananya memang bulan September pangkalannya ada di sini, di Teluk Ratai. Saat kapal induk datang, seluruh fasilitas sudah bisa dipergunakan," kata Kanang, Selasa (21/7/2026).

Salah satu proyek yang tengah dikerjakan adalah perluasan dermaga Pangkalan TNI AL Lampung. Nantinya, dermaga tersebut memiliki panjang sekitar 500 hingga 600 meter agar mampu menampung Giuseppe Garibaldi beserta kapal-kapal yang tergabung dalam satu gugus tugas.

"Kapal induk itu tidak bisa berdiri sendiri. Dia satuan gugus tugas, tentunya ada kapal eskor, satuan kapal penyapu ranjau, satuan kapal cepat, semuanya nanti akan bersandar di sini," jelasnya.

Menurut Kanang, Teluk Ratai dipilih sebagai pangkalan karena dinilai paling siap mendukung operasional kapal induk. Kawasan ini sejatinya telah diproyeksikan sebagai pangkalan strategis sejak 2017 dan kini diprioritaskan menjadi salah satu pusat pertahanan maritim Indonesia.

"Saat ini yang paling siap untuk dipergunakan kapal induk adalah Teluk Ratai," ujarnya.

Pada tahap awal, sekitar 100 personel akan diterjunkan untuk mengikuti proses transfer of technology (ToT) sebagai bekal mengoperasikan Giuseppe Garibaldi. Sementara itu, Brigif 4 Marinir akan bertanggung jawab mengamankan kawasan pangkalan.

 

Kawasan Pertahanan Strategis Nasional

Kapal Induk asal Italia Giuseppe Garibaldi.
Kapal Induk asal Italia Giuseppe Garibaldi. (Foto: AFP).

Kanang menambahkan, wilayah mulai dari Ketapang hingga Teluk Ratai telah ditetapkan sebagai kawasan pertahanan strategis nasional. Karena itu, jalur wisata menuju Pulau Pahawang dan sejumlah destinasi lain akan dialihkan melalui sisi luar Pulau Kalagian agar tidak mengganggu aktivitas militer.

"Mulai dari Ketapang sampai ke sini sebenarnya adalah kawasan pertahanan strategis. Pemerintah sudah berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan sehingga aktivitas wisata tidak mengganggu kegiatan pertahanan yang ada di Teluk Ratai," katanya.

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk pertama yang dioperasikan Angkatan Laut Italia. Kapal yang mulai bertugas pada 1985 itu memiliki panjang sekitar 180 meter dengan bobot 13.850 ton serta kecepatan maksimum 30 knot atau sekitar 55 kilometer per jam.

Selama masa operasionalnya, Giuseppe Garibaldi menjadi pangkalan bagi pesawat tempur AV-8B Harrier II dan berbagai jenis helikopter militer. Kapal ini juga pernah diterjunkan dalam sejumlah operasi militer maupun misi kemanusiaan Italia di kawasan Mediterania dan Afrika.

Sebelum resmi memperkuat TNI AL, kapal induk tersebut akan menjalani proses penyesuaian dan modernisasi. Kementerian Pertahanan memproyeksikan Giuseppe Garibaldi sebagai pusat operasi udara bergerak yang mampu mengoperasikan helikopter serta pesawat tanpa awak (drone) untuk mendukung operasi militer maupun misi kemanusiaan.

 

Rekomendasi