Pemkot Makassar Jamin Stabilitas Pasokan Pangan Jelang Idul Fitri 2026
Pemerintah Kota Makassar berkoordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas pasokan pangan menjelang Idul Fitri 2026, memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok tetap terkendali.
Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjalin koordinasi lintas sektoral yang intensif. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan bahan pangan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya upaya ini demi kenyamanan masyarakat.
Koordinasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan bahan pokok di pasaran tetap aman. Selain itu, pengawasan pelaksanaan Harga Eceran Tertinggi (HET) juga menjadi fokus utama.
Munafri Arifuddin mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas berdasarkan pemantauan di lapangan. Namun, kenaikan tersebut masih dianggap wajar dan merupakan bagian dari dinamika psikologi pasar. Peningkatan permintaan menjelang hari raya cenderung memengaruhi perubahan harga.
Sinergi Lintas Sektor Jaga Ketersediaan Pangan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjelaskan, pemantauan bahan pangan menjelang Idul Fitri merupakan upaya bersama. Langkah ini melibatkan Kemendag dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuannya memastikan pasokan bahan pokok aman dan terkendali.
Pengawasan HET juga menjadi fokus utama dalam koordinasi ini. Pemerintah ingin harga kebutuhan pokok tetap sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Ini penting untuk mengantisipasi lonjakan harga signifikan yang dapat memberatkan masyarakat.
Selain itu, koordinasi ini bertujuan mencegah praktik penimbunan barang oleh oknum tidak bertanggung jawab. Gangguan distribusi juga menjadi perhatian serius pemerintah kota. Hal ini untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian akibat kelangkaan atau harga yang tidak wajar.
Dinamika Harga Bahan Pokok di Makassar
Hasil pemantauan menunjukkan adanya variasi harga di sejumlah pasar tradisional Kota Makassar. Beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, seperti cabai rawit yang berkisar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Ini menunjukkan adanya fluktuasi pada komoditas tertentu.
Komoditas lain seperti telur ayam juga menunjukkan kenaikan harga, mencapai Rp57 ribu sampai Rp60 ribu per rak. Daging ayam juga bervariasi, antara Rp35 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram, tergantung ukuran dan kualitas.
Meskipun demikian, beberapa harga bahan pokok terpantau relatif stabil. Bawang merah stabil di kisaran Rp40 ribu per kilogram, sementara bawang putih berkisar Rp35 ribu per kilogram. Stabilitas ini memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen.
Harga gula pasir juga terpantau stabil pada Rp16.500 per kilogram. Minyak goreng merek Minyakita juga menunjukkan stabilitas di harga Rp15.600 per liter. Ini menunjukkan bahwa tidak semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Komitmen Pemerintah Kendalikan Inflasi
Kunjungan kerja Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan komitmen pemerintah pusat. Tujuannya memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi bahan pokok berjalan optimal. Ini sangat krusial menjelang perayaan hari raya besar.
Kesempatan ini menjadi bagian dari komitmen sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota. Sinergi ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil. Pemerintah berupaya keras agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar dengan harga terjangkau.
Pemerintah Kota Makassar terus berupaya menjaga stabilitas pasokan pangan. Langkah proaktif ini diharapkan mampu menekan laju inflasi daerah. Masyarakat diharapkan dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran berlebih terhadap harga kebutuhan pokok.
Sumber: AntaraNews