Maurizio Sarri Resmi Tinggalkan Kursi Pelatih Lazio Setelah Musim Mengecewakan
Maurizio Sarri resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Lazio setelah kesepakatan bersama, menyusul performa tim yang kurang memuaskan sepanjang musim 2025/26.
Pelatih kawakan asal Italia, Maurizio Sarri, secara resmi telah meninggalkan posisinya sebagai kepala pelatih klub Serie A Lazio. Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara kedua belah pihak. Pengumuman tersebut disampaikan klub pada Rabu (27/5) melalui situs resmi mereka.
Perpisahan ini terjadi hanya satu musim setelah Sarri kembali menukangi tim ibu kota Italia tersebut untuk periode keduanya. Musim 2025/26 memang berjalan jauh dari ekspektasi, dengan Lazio gagal meraih trofi dan finis di papan tengah.
Pihak klub mengunggah video penghormatan di media sosial X, menyampaikan rasa terima kasih kepada sang pelatih. Pesan singkat "Terima kasih untuk segalanya, Komandan" menyertai unggahan tersebut, menandai akhir dari era Sarri.
Perpisahan dengan Kesepakatan Bersama
S.S. Lazio secara resmi mengumumkan bahwa telah tercapai kesepakatan bersama untuk mengakhiri kontrak pelatih Maurizio Sarri beserta staf kepelatihannya. Pernyataan resmi klub dirilis pada Rabu (27/5) melalui situs web mereka. Keputusan ini mengakhiri spekulasi mengenai masa depan Sarri di klub setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan.
Langkah ini diambil demi kebaikan kedua belah pihak untuk menatap masa depan. Klub tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai alasan spesifik di balik perpisahan ini. Namun, performa tim yang tidak sesuai target menjadi faktor kunci dalam keputusan tersebut.
Jejak Maurizio Sarri di Lazio
Maurizio Sarri, pelatih berusia 67 tahun, pertama kali bergabung dengan Lazio pada Juni 2021. Selama periode pertamanya, ia berhasil membawa klub tampil impresif di Serie A. Puncak pencapaiannya adalah finis di posisi kedua pada musim 2022/23.
Capaian tersebut merupakan yang terbaik bagi Lazio sejak mereka menjuarai Liga Italia pada musim 1999/2000. Sarri dikenal dengan gaya bermain "Sarriball" yang menekankan penguasaan bola dan tekanan tinggi.
Namun, perjalanan Sarri bersama Lazio tidak selalu mulus. Ia sempat mengundurkan diri pada tahun 2024 setelah tim mengalami lima kekalahan dalam enam pertandingan di semua kompetisi. Kepulangannya pada musim panas tahun lalu diharapkan mampu mengangkat kembali performa tim, tetapi hasil akhir musim 2025/26 tidak sesuai dengan ekspektasi.
Musim Mengecewakan dan Spekulasi Masa Depan
Musim 2025/26 menjadi periode yang sulit bagi Lazio di bawah asuhan Maurizio Sarri. Tim hanya mampu finis di peringkat kesembilan Serie A, jauh dari zona Liga Champions. Selain itu, Lazio juga gagal meraih trofi setelah kalah 0-2 dari Inter Milan pada final Coppa Italia. Hasil ini menambah daftar panjang kegagalan tim di musim yang baru saja berakhir.
Setelah meninggalkan Lazio, media Italia melaporkan bahwa Sarri berpeluang segera melanjutkan kariernya. Atalanta disebut-sebut sebagai destinasi potensial berikutnya bagi pelatih berpengalaman tersebut. Atalanta saat ini masih ditangani Raffaele Palladino.
Sementara itu, untuk kursi pelatih Lazio yang kosong, nama mantan pelatih tim nasional Italia, Gennaro Gattuso, muncul sebagai kandidat terkuat. Pengumuman pengganti Sarri diperkirakan akan segera dilakukan oleh manajemen klub.
Sumber: AntaraNews