Pemkot Kediri Pastikan Stok Beras Kediri Aman hingga 25 Bulan Jelang Lebaran 2026
Pemerintah Kota Kediri menegaskan stok beras Kediri dan minyak goreng untuk kebutuhan Lebaran 2026 sangat stabil, bahkan cukup untuk 25 bulan ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
Pemerintah Kota Kediri memastikan ketersediaan bahan pokok utama seperti beras dan minyak goreng menjelang perayaan Lebaran 2026. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyatakan bahwa stok kedua komoditas tersebut dalam kondisi aman dan stabil. Pernyataan ini disampaikan setelah peninjauan langsung ke Gudang Bulog Kediri pada Selasa, 17 Maret 2026.
Ketersediaan stok yang melimpah ini diharapkan dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kediri selama periode Lebaran dan seterusnya. Selain itu, langkah proaktif ini juga bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran. Upaya ini menjadi krusial untuk mengendalikan laju inflasi daerah dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Berdasarkan data terbaru, stok beras di Gudang Bulog Kediri mencapai puluhan ribu ton, menjamin pasokan jangka panjang. Sementara itu, ketersediaan minyak goreng juga dilaporkan melimpah dan terus dipasok secara berkala. Pemerintah daerah terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk distributor, untuk memastikan kelancaran distribusi dan stabilitas harga.
Ketersediaan Stok Bahan Pokok di Kediri Aman Terkendali
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, pada Selasa (17/3), menegaskan bahwa stok beras dan minyak goreng di Kota Kediri relatif stabil menjelang Lebaran 2026. Ketersediaan ini menjamin kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. "Alhamdulillah stok bahan pokok aman, berasnya aman, kemudian minyak goreng juga aman," ujarnya.
Secara spesifik, stok beras di Gudang Bulog Kediri untuk Kota Kediri mencapai 24 ribu ton. Jumlah ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 25 bulan ke depan. Sementara itu, stok minyak goreng saat ini tersedia 4.200 liter, yang cukup untuk satu bulan dan akan terus dikirimkan.
Vinanda Prameswati juga telah melakukan peninjauan langsung ke Gudang Bulog Kediri untuk memastikan kondisi stok. Ia mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan bahan pokok. Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, menambahkan total stok beras yang ada di gudang Bulog Kediri mencapai sekitar 78 ribu ton.
Strategi Pemkot Menjaga Stabilitas Harga dan Inflasi
Selain memastikan ketersediaan stok, Pemerintah Kota Kediri juga aktif menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran. Wali Kota Vinanda Prameswati menyebutkan bahwa harga bahan pokok saat ini relatif stabil. Hal ini tidak hanya karena stok yang melimpah, tetapi juga berkat kegiatan operasi pasar yang rutin digelar pemkot.
Pemkot Kediri terus berupaya keras mengendalikan harga bahan pokok agar tidak terjadi lonjakan signifikan. Tujuannya adalah untuk menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan laju inflasi di kota tersebut. "Semuanya stabil dan setiap hari kami juga memantau. Harganya juga stabil," kata Vinanda.
Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk distributor, menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga. Dengan sinergi ini, pasokan dapat terdistribusi dengan lancar dan harga tetap terkendali. Harga komoditas lain seperti cabai juga mulai menunjukkan penurunan.
Peran Bulog dalam Penyerapan Gabah Petani Lokal
Perum Bulog Kantor Cabang Kediri memiliki peran vital dalam menjaga ketersediaan beras melalui penyerapan gabah petani. Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, menjelaskan bahwa pemkot terus mendukung penyerapan gabah dari petani lokal. Ini penting untuk menambah stok beras Kediri dan mendukung kesejahteraan petani.
Sekitar dua hari sebelum pernyataan tersebut, Bulog telah berhasil menyerap sekitar 1.500 ton gabah dari petani. Jumlah penyerapan ini menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Kenaikan ini seiring dengan dimulainya musim panen raya di beberapa wilayah kerja Bulog Kediri.
Wilayah kerja Bulog Kediri mencakup Kabupaten/Kota Kediri serta Kabupaten Nganjuk. Panen raya di daerah-daerah ini berkontribusi besar terhadap peningkatan stok beras nasional. "Penyerapan ada tren kenaikan karena sudah panen. Dua hari lalu ada hampir 1.500 ton," tambah Harisun.
Sumber: AntaraNews