Satgas Polri Pastikan Harga Pangan Jatim Stabil Jelang Idul Fitri 2026, Kecuali Cabai Rawit Merah

Satgas Saber Pangan Polri mengonfirmasi bahwa harga pangan Jatim stabil menjelang Idul Fitri 2026, dengan pasokan aman dan distribusi lancar, meski ada pengecualian pada cabai rawit merah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Satgas Polri Pastikan Harga Pangan Jatim Stabil Jelang Idul Fitri 2026, Kecuali Cabai Rawit Merah
Satgas Saber Pangan Polri mengonfirmasi bahwa harga pangan Jatim stabil menjelang Idul Fitri 2026, dengan pasokan aman dan distribusi lancar, meski ada pengecualian pada cabai rawit merah. (AntaraNews)

Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Polri memastikan kondisi harga pangan Jatim stabil menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026. Pemantauan intensif telah dilakukan di berbagai lokasi strategis di Jawa Timur. Langkah ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bagi masyarakat luas.

Kaposko Satgas Saber Pangan Pusat, Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, menyampaikan hasil pemantauan tersebut di Surabaya pada Jumat (06/3). Menurutnya, pasokan pangan secara umum dinilai aman dan distribusi berjalan lancar di wilayah tersebut. Kestabilan ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi konsumen menjelang perayaan besar.

Tim Satgas Saber Pangan Polri telah menyisir sejumlah lokasi penting, mulai dari Pasar Wonokromo Kota Surabaya hingga lahan petani cabai rawit merah di Kecamatan Kepung. Mereka juga memantau pengepul cabai di Kecamatan Puncu dan Pasar Induk Pare Kabupaten Kediri. Pemantauan menyeluruh ini menjadi bukti komitmen Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Stabilitas Harga Komoditas Pangan Utama di Jawa Timur

Hasil pemantauan Satgas Saber Pangan menunjukkan bahwa sebagian besar komoditas pangan utama di Jawa Timur berada dalam kisaran harga yang stabil. Komoditas seperti beras premium dan medium, bawang merah, bawang putih, serta daging ayam ras terpantau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pemerintah (HAP). Ini menandakan upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi berjalan efektif.

Minyak goreng Minyakita dari Perum Bulog juga dilaporkan tersedia lebih luas di kalangan pedagang dengan harga sekitar Rp15.700 per kilogram. Ketersediaan yang memadai ini penting untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Upaya distribusi yang lancar turut berkontribusi pada stabilitas harga komoditas ini.

Beberapa harga komoditas yang terpantau stabil antara lain beras premium sekitar Rp15.000 per kilogram dan beras medium Rp13.000 hingga Rp13.500 per kilogram. Bawang merah dijual Rp40.000 per kilogram, sementara bawang putih Rp34.000 per kilogram. Cabai merah keriting berada di angka Rp50.000 per kilogram, cabai merah besar Rp25.000 per kilogram, dan daging ayam ras Rp40.000 per kilogram. Telur ayam ras sedikit di atas HAP, berkisar Rp31.000 hingga Rp32.000 per kilogram.

Tantangan pada Harga Cabai Rawit Merah dan Rekomendasi Satgas

Meskipun sebagian besar komoditas menunjukkan stabilitas, Satgas Saber Pangan menemukan satu pengecualian signifikan pada harga pangan Jatim stabil, yaitu cabai rawit merah. Harga komoditas ini masih berada di atas harga acuan pemerintah, mencapai Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram di tingkat konsumen. Kenaikan ini menjadi perhatian khusus bagi tim pemantau.

Brigjen Zain menjelaskan bahwa tingginya curah hujan menjadi faktor utama di balik kenaikan harga cabai rawit merah. Curah hujan yang tinggi berdampak pada penurunan produksi akibat serangan hama dan penyakit tanaman. Kondisi cuaca ekstrem seringkali menjadi penyebab fluktuasi harga komoditas pertanian.

Selain hortikultura, Satgas juga memantau peternakan ayam petelur di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Peternak menjual telur di tingkat kandang sekitar Rp26.500 per kilogram, dengan harga pokok produksi sekitar Rp24.500 per kilogram. Data ini memberikan gambaran tentang margin keuntungan di tingkat produsen.

Untuk mengatasi tantangan ini, Satgas merekomendasikan pembangunan sumur bor dan sistem irigasi di lahan cabai. Harapannya, produksi cabai dapat berlangsung dua kali dalam setahun, sehingga pasokan lebih terjaga. Selain itu, koordinasi dengan pelaku usaha dan dukungan fasilitasi distribusi pangan juga didorong untuk menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi