Disperindag Papua Tengah Perketat Pengawasan Harga Sembako Jelang Ramadhan
Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Papua Tengah intensifkan pengawasan harga sembako untuk cegah lonjakan dan pastikan ketersediaan di pasar Nabire.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua Tengah mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan harga serta distribusi bahan pokok di wilayahnya. Kebijakan ini diberlakukan secara intensif guna mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang perayaan Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H.
Kepala Disperindag Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga di pasar Kabupaten Nabire, sebagai ibu kota provinsi. Pemantauan ini bertujuan memastikan para distributor dan pemasok tidak melakukan praktik spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.
Pengawasan ditingkatkan melalui kunjungan langsung ke gudang distributor dan pasar tradisional, memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tidak melonjak secara tidak wajar. Langkah ini merupakan upaya preventif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di Papua Tengah.
Langkah Preventif Disperindag Papua Tengah Jaga Stabilitas Harga
Disperindag Provinsi Papua Tengah secara proaktif meningkatkan pengawasan dengan turun langsung ke gudang-gudang distributor. Tujuan utama dari tindakan ini adalah untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok di pasar tetap terjaga dan mencegah kenaikan harga yang tidak terkendali.
Norbertus Mote menegaskan, jika ditemukan pemasok atau pedagang yang menjual bahan pokok dengan harga terlalu tinggi, pemerintah tidak akan segan melibatkan aparat penegak hukum. Sanksi tegas, termasuk pencabutan izin usaha, dapat diberlakukan bagi pelaku usaha yang terbukti memainkan harga.
Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya menertibkan jalur distribusi agar tidak terlalu panjang. Jalur distribusi yang efisien diharapkan dapat memangkas banyaknya perantara yang seringkali menjadi pemicu kenaikan harga di tingkat konsumen.
Kondisi Harga dan Pasokan Komoditas di Papua Tengah
Persediaan bahan pokok di Papua Tengah saat ini masih dalam kondisi aman, dengan harga yang relatif stabil di pasaran. Komoditas utama seperti beras, minyak, dan gula menunjukkan stabilitas harga yang baik.
Bahkan, stok beras yang dikelola oleh Perum Bulog di wilayah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan. Hal ini memberikan jaminan ketersediaan pangan bagi warga Papua Tengah.
Meskipun demikian, beberapa komoditas mulai menunjukkan tren kenaikan harga, terutama cabai dan daging sapi. Harga cabai yang biasanya berkisar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram kini merangkak naik hingga Rp90 ribu per kilogram, meskipun masih dalam ambang wajar.
Sementara itu, harga daging sapi yang normalnya sekitar Rp120 ribu per kilogram dilaporkan mencapai Rp150 ribu per kilogram di beberapa titik penjualan. Kenaikan ini disebabkan oleh pasokan yang masih didatangkan dari luar daerah dan peningkatan kebutuhan sejak Nabire menjadi ibu kota provinsi.
Data Harga Kebutuhan Pokok Berdasarkan SP2KP
Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga kebutuhan pokok di Papua Tengah menunjukkan stabilitas dalam sepekan terakhir. Data ini menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam mengawasi pergerakan harga di pasar.
Berikut adalah beberapa harga komoditas pokok yang terpantau stabil:
- Harga beras premium: Rp18.833 per kilogram
- Gula pasir curah: Rp20.000 per kilogram
- Minyak goreng kemasan premium: Rp25.833 per liter
- Daging ayam ras: Rp45.000 per kilogram
- Telur ayam ras: Rp39.444 per kilogram
- Bawang merah: Rp54.000 per kilogram
- Bawang putih: Rp50.000 per kilogram
- Tepung terigu: Rp15.500 per kilogram
Sumber: AntaraNews