Bulog Jateng Pastikan Stok dan Harga MinyaKita Aman di Pasar Jawa Tengah
Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah memastikan ketersediaan dan harga MinyaKita di pasar rakyat tetap aman dan terkendali, sesuai HET. Masyarakat diimbau tidak panik dalam membeli kebutuhan pokok ini.
Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah (Jateng) menegaskan bahwa ketersediaan dan harga minyak goreng MinyaKita di pasar rakyat provinsi tersebut tetap aman dan terkendali. Pernyataan ini disampaikan setelah serangkaian pemantauan intensif di berbagai lokasi.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng, Sri Muniati, pada Minggu (10/5) di Semarang, menyatakan bahwa hasil pemantauan menunjukkan stabilitas harga. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga pasokan kebutuhan pokok masyarakat.
Bulog Jateng terus berkomitmen untuk memastikan MinyaKita tersedia luas bagi konsumen. Mereka juga berupaya agar harga jual tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Pemantauan Harga dan Kepatuhan HET MinyaKita
Sri Muniati menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan dari Dinas Perdagangan dan instansi terkait, rata-rata harga MinyaKita di Jawa Tengah masih cukup stabil. Harga berkisar antara Rp15.650 hingga Rp15.680 per liter.
Angka tersebut menunjukkan bahwa harga jual MinyaKita masih berada di bawah atau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan, yaitu Rp15.700. Kepatuhan terhadap HET menjadi fokus utama Bulog dalam menjaga daya beli masyarakat.
Bulog mendapatkan instruksi untuk melakukan gerakan serentak guna memastikan pasokan MinyaKita tersedia di pasar rakyat. Terutama di pasar-pasar yang menjadi titik pemantauan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Strategi Distribusi MinyaKita yang Merata di Jawa Tengah
Dalam operasi pasar yang dilakukan di Pasar Karangayu, Kota Semarang, Bulog terus menyalurkan MinyaKita dari stok komersial kepada pedagang mitra. Penyaluran ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan pasokan di tingkat konsumen.
Setiap pedagang sembako di pasar mendapatkan sekitar dua dus MinyaKita dalam kegiatan serentak ini. Distribusi tidak hanya terpusat di Pasar Karangayu, tetapi juga di pasar-pasar SP2KP dan pasar rakyat lainnya di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Bulog Jateng mencatat adanya 28 pasar SP2KP di 25 kabupaten/kota sebagai titik pemantauan harga, serta 47 pasar rakyat non-SP2KP yang menjadi mitra distribusi. Totalnya sekitar 75 pasar yang menjadi mitra Bulog, dengan hampir 600 pedagang pengecer.
Selain pasar rakyat, Bulog juga memanfaatkan jaringan distribusi lain untuk mendekatkan pasokan MinyaKita ke masyarakat di kawasan permukiman. Sejak awal 2026, Bulog Jateng telah menyalurkan hampir 6 juta liter MinyaKita, dengan wilayah distribusi terbesar di Tegal.
Imbauan untuk Konsumen dan Pedagang MinyaKita
Sri Muniati mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Masyarakat diminta membeli minyak goreng sesuai dengan kebutuhan rumah tangga saja.
"Kami berharap masyarakat tidak perlu panik karena pasokan masih tersedia. Belilah sesuai kebutuhan," tegasnya. Imbauan ini penting untuk menghindari kelangkaan buatan dan lonjakan harga yang tidak perlu.
Kepada para pedagang, Bulog meminta agar menjual MinyaKita sesuai ketentuan harga eceran tertinggi, yakni Rp15.700 per liter. Bulog tidak akan segan memberikan peringatan hingga mencabut kerja sama bagi pedagang yang tidak mematuhi aturan.
Bulog juga mendorong pedagang untuk menjual MinyaKita secara eceran, bukan dalam jumlah besar per karton. Hal ini bertujuan agar distribusi lebih merata dan masyarakat lebih mudah mendapatkan minyak goreng.
Sumber: AntaraNews