Menko Zulhas Akui Stok Minyakita Menipis Gara-Gara Bantuan Pangan
Meskipun berstatus sebagai minyak curah, pemerintah menjamin kualitas produknya sudah semakin higienis.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa stok Minyakita di pasar tradisional saat ini menipis akibat banyak disalurkan untuk program bantuan pangan.
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menyampaikan, produk Minyakita total dipakai sebanyak 132 juta liter untuk program bantuan pangan. Dengan rincian, sebanyak 2 liter Minyakita diberikan kepada 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama dua bulan.
"Nah, pakai Minyakita, itu tuh kesedot, sehingga di pasar agak berkurang. Jadi sudah ketemu sebabnya kenapa, karena ada bantuan pangan 33 juta kali 2 bulan, kali 2 liter. Oh itu banyak sekali tuh," ungkapnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (22/4).
Berkaca pada situasi ini, Zulhas bakal segera menambah suplai minyak goreng untuk bantuan pangan, serta mengizinkan Perum Bulog untuk menggunakan berbagai produk minyak goreng di luar Minyakita. "Kita akan bicara dengan produsen dengan harga yang sama. Jadi ada tambahan, sehingga tidak mengganggu minyakita yang ada di pasar-pasar tradisional itu," kata Zulhas.
Menurut dia, produk Minyakita kini semakin diganderungi masyarakat luas. Meskipun berstatus sebagai minyak curah, pemerintah menjamin kualitas produknya sudah semakin higienis.
"Tetapi Minyakita ini terlalu populer sekarang. Semua orang belinya Minyakita. Semua Minyakita, jadinya itu tidak cukup," ujar dia.
Janji Kembali Penuhi Pasar Tradisional
Usai mengadakan rapat dengan Perum Bulog, Menko Zulhas berjanji untuk kembali memenuhi stok Minyakita di berbagai pasar tradisional.
"Kami barusan rapat, nanti Minyakita itu dikoordinir sebagian besar oleh BUMN Bulog. Untuk kembali dia memenuhi pasar-pasar tradisional yang ada di 500 kabupaten/kota itu," tutur dia.
"Sementara nanti kalau ada bantuan pangan, seperti kemarin dan bulan ini kita ada bantuan pangan 33 juta kali (untuk) dua bulan," ucap dia.