Rumah Seken di Tangerang Paling Diburu Pembeli, Ini Alasannya
Rumah123 mencatat harga rumah seken tetap tumbuh di 11 kota meski Rupiah melemah. Kawasan suburban masih jadi incaran pembeli.
Marketplace properti Rumah123 mencatat harga rumah seken di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan. Meskipun, kini nilai tukar Rupiah tengah mengalami lonjakan.
Mengutip laporan Flash Report Mei 2026, harga rumah seken nasional tercatat naik 0,1 persen secara bulanan atau month to month (MoM) dan tumbuh 0,8 persen secara tahunan atau year on year (YoY) pada April 2026.
“Pasar properti saat ini tidak sedang melemah sepenuhnya, tetapi sedang mengalami reposisi perilaku konsumen. Aktivitas transaksi memang lebih selektif dibanding periode ekspansif sebelumnya, tetapi fundamental kebutuhan hunian dan permintaan konsumen yang ingin menghuni (end-user) masih tetap terjaga. Selama stabilitas pembiayaan dan daya beli relatif terpelihara, pasar rumah sekunder diperkirakan masih memiliki tingkat resiliensi yang cukup baik,” ujar Head of Research Rumah123, Marisa Jaya dalam keterangannya sebagaimana dikutip Antara, Kamis, (14/5/2026).
Marisa melanjutkan, terdapat 11 kota yang masih mencatat pertumbuhan harga rumah tahunan positif. Kenaikan tertinggi terjadi di Denpasar sebesar 2 persen, disusul Bogor 1,8 persen dan Surakarta sebesar 1,5 persen.
Tangerang Diburu
Rumah123 menilai pasar rumah sekunder masih ditopang kebutuhan konsumen end-user, fleksibilitas harga, serta kesiapan unit untuk langsung dihuni.
Aktivitas pencarian properti juga masih terkonsentrasi di kawasan penyangga Jabodetabek. Tangerang menjadi wilayah dengan proporsi listing enquiries terbesar secara nasional, mencapai 15,1 persen.
Posisi berikutnya ditempati Jakarta Selatan sebesar 11 persen dan Jakarta Barat sebesar 9,3 persen.
Menurut Marisa, kawasan suburban kini berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru pasar hunian, bukan lagi sekadar alternatif dari pusat kota.
Dia menyebut wilayah seperti Tangerang, Bekasi, dan Bogor masih menjadi incaran karena menawarkan harga lebih terjangkau dengan dukungan infrastruktur dan pertumbuhan pusat ekonomi baru.
Pembeli Lebih Selektif Pilih Rumah
Rumah123 juga melihat adanya perubahan perilaku konsumen di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya sensitivitas terhadap cicilan kredit pemilikan rumah (KPR).
Pembeli kini lebih memperhatikan keterjangkauan harga, aksesibilitas kawasan, kesiapan unit, hingga potensi kenaikan nilai properti dalam jangka panjang dibanding sekadar lokasi premium.
Laporan tersebut juga mencatat rumah dengan luas bangunan di bawah 60 meter persegi menjadi segmen dengan kenaikan median harga tertinggi secara tahunan.
“Yang berubah saat ini bukan kebutuhan masyarakat untuk memiliki rumah, melainkan cara konsumen mengambil keputusan. Di tengah tekanan ekonomi dan pelemahan Rupiah, konsumen menjadi jauh lebih rasional. Mereka lebih sensitif terhadap cicilan, lebih mempertimbangkan kesiapan unit, serta lebih fokus pada kawasan yang menawarkan keseimbangan antara harga, aksesibilitas, dan potensi kenaikan nilai jangka panjang,” kata Marisa.