Bulog Malang Intensifkan Pengawasan Ketersediaan Minyakita di Pasar
Perum Bulog Cabang Malang terus mengawasi ketersediaan Minyakita di pasar, berkoordinasi dengan satgas pangan untuk memastikan pasokan aman dan harga stabil bagi masyarakat.
Perum Bulog Cabang Malang secara rutin melakukan pengawasan ketersediaan minyak goreng Minyakita di wilayah Kota Malang, Jawa Timur. Monitoring ini bertujuan untuk memastikan pasokan komoditas esensial tersebut tetap aman di tingkat pedagang. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bagi masyarakat luas.
Kepala Perum Bulog Cabang Malang, M Nurjuliansyah Rachman, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan di Pasar Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), termasuk Pasar Dinoyo dan Pasar Bunul. Pihaknya juga menggandeng satuan tugas (satgas) pangan dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota dalam setiap kegiatan pengawasan. Kolaborasi ini memperkuat upaya menjaga stabilitas pasokan di pasaran.
Apabila ditemukan indikasi berkurangnya stok Minyakita di pasar, Bulog akan segera melakukan intervensi dengan menambah pasokan. Masyarakat diminta untuk tidak cemas, sebab Bulog Malang telah berkoordinasi dengan Bulog Jawa Timur untuk mendapatkan pasokan tambahan. Upaya ini merupakan bentuk komitmen Bulog dalam memenuhi kebutuhan pokok warga.
Pengawasan dan Intervensi Ketersediaan Minyakita
Pengawasan terhadap ketersediaan Minyakita menjadi prioritas utama Perum Bulog Cabang Malang. Monitoring rutin ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan di tengah tingginya permintaan masyarakat. Dengan melibatkan satgas pangan, proses pengawasan menjadi lebih komprehensif dan efektif.
M Nurjuliansyah Rachman mengungkapkan bahwa saat ini ketersediaan Minyakita di Kota Malang tercatat sekitar 9.000 liter. Meskipun jumlah tersebut ada, ia mengakui bahwa kebutuhan pasar tidak terbatas dan berapapun pasokan yang masuk pasti akan terserap habis. Situasi ini menunjukkan pentingnya menjaga aliran distribusi yang lancar.
Untuk mengantisipasi potensi kekurangan, Bulog Malang telah berkoordinasi erat dengan Perum Bulog Jawa Timur. Koordinasi ini bertujuan untuk segera mendapatkan pasokan tambahan Minyakita ke Kota Malang. Meskipun kuantum pasti belum dapat ditentukan, Bulog menjamin upaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan.
Menjaga Harga Stabil dan Daya Beli Masyarakat
Perum Bulog, baik di tingkat cabang maupun wilayah, berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas harga Minyakita. Upaya ini dilakukan agar harga komoditas tersebut tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Penetapan HET bertujuan untuk melindungi daya beli masyarakat dari fluktuasi harga.
M Nurjuliansyah Rachman menegaskan bahwa Bulog Jawa Timur, dengan 13 cabang di seluruh kabupaten dan kota, berupaya mendistribusikan pasokan secara merata. Pembagian pasokan ini penting untuk memastikan harga Minyakita tetap "hijau" atau stabil di setiap daerah. HET untuk minyak goreng Minyakita saat ini adalah Rp15.700 per liter.
Dari sisi pedagang, Supriyono, salah seorang pedagang di Pasar Bunul, Kota Malang, menyatakan stok Minyakita di lapaknya masih aman. Ia baru saja menerima pasokan tambahan sebanyak 12 dus, yang diperkirakan cukup untuk satu pekan ke depan. Minyakita menjadi pilihan utama konsumen karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan minyak goreng premium.
Supriyono menambahkan, harga minyak goreng premium saat ini dapat mencapai Rp44.000 per dua liter. Perbedaan harga yang signifikan ini membuat Minyakita sangat diminati oleh masyarakat. Ketersediaan Minyakita dengan harga HET sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Sumber: AntaraNews