Satgas Pangan Papua Pantau Bapok Jelang Idul Fitri, Pastikan Ketersediaan dan Harga Stabil
Satgas Pangan Polda Papua aktif memantau persediaan bahan pokok (bapok) dan harga di pasar menjelang Idul Fitri 1447 H, sekaligus menyalurkan beras SPHP untuk menjaga stabilitas. Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat Papua dapat merayakan Lebaran de
Satuan Tugas Pangan Polda Papua terus bergerak memantau ketersediaan pangan serta harga di berbagai pasar. Pemantauan intensif ini dilakukan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Tujuannya adalah untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap aman dan harganya stabil bagi masyarakat.
Kasatgas Pangan Polda Papua, Kombes Rama Samtama Putra, menyatakan bahwa upaya ini tidak hanya sebatas pengawasan. Satgas Pangan juga telah menyalurkan 137 ton beras SPHP ke polres dan polresta di seluruh wilayah hukum Polda Papua. Penyaluran ini merupakan bagian dari strategi untuk menstabilkan harga, terutama saat permintaan meningkat menjelang Lebaran.
Distribusi beras SPHP tersebut telah dimulai pada Jumat (13/3) dari gudang Bulog Papua di Jayapura. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menekan potensi kenaikan harga di pasar. Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau selama periode penting ini.
Penyaluran Beras SPHP untuk Stabilitas Harga
Penyaluran 137 ton beras SPHP oleh Satgas Pangan Polda Papua merupakan upaya konkret menjaga stabilitas harga. Beras ini didistribusikan ke seluruh polres dan polresta di tiga provinsi, yaitu Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Kombes Rama Samtama Putra menegaskan bahwa beras SPHP tidak boleh dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
HET untuk beras SPHP adalah Rp 67.500 per karung lima kilogram. Pengawasan ketat akan terus dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap HET tersebut. Melalui mekanisme ini, diharapkan tidak ada praktik penimbunan atau penjualan di atas harga wajar yang dapat merugikan konsumen.
Polres dan polresta di masing-masing wilayah akan bertanggung jawab atas pendistribusian beras SPHP kepada masyarakat. Kolaborasi antara Satgas Pangan dan aparat kepolisian daerah ini menjadi kunci keberhasilan program. Tujuannya adalah agar bantuan pangan ini sampai tepat sasaran dan memberikan dampak positif pada daya beli masyarakat.
Peran Bulog dalam Menjamin Ketersediaan Pangan
Perum Bulog Kantor Wilayah Papua turut memastikan ketersediaan dan pendistribusian bahan pokok. Kepala Perum Bulog Papua, Ahmad Mustari, menyatakan kesiapan penuh untuk menyalurkan beras dan minyak goreng subsidi. Hal ini dilakukan guna menjaga harga tetap stabil menjelang perayaan Idul Fitri.
Bulog memiliki peran vital dalam menjaga cadangan pangan nasional, termasuk di wilayah Papua. Dengan koordinasi yang baik bersama Satgas Pangan, pasokan bahan pokok strategis dapat dikelola secara efektif. Ketersediaan stok yang cukup menjadi prioritas utama untuk mencegah kelangkaan di pasar.
Komitmen Bulog untuk mendistribusikan pangan secara merata dan tepat waktu sangat penting. Ini membantu pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan memastikan akses pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Sinergi antara berbagai pihak menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tantangan ketersediaan pangan.
Sumber: AntaraNews