Gubernur Jatim Khofifah Pimpin Doa Bersama, Kuatkan Persatuan Bangsa Jelang HUT ke-81 RI

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin doa bersama untuk pahlawan dan menguatkan persatuan bangsa, menyambut HUT ke-81 RI dengan spiritual dan kebersamaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Jatim Khofifah Pimpin Doa Bersama, Kuatkan Persatuan Bangsa Jelang HUT ke-81 RI
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin doa bersama untuk pahlawan dan menguatkan persatuan bangsa, menyambut HUT ke-81 RI dengan spiritual dan kebersamaan. (AntaraNews)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin doa bersama yang khidmat untuk mendoakan para pahlawan pejuang bangsa serta memperkuat persatuan Indonesia. Acara ini diselenggarakan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim, para kepala daerah, dan ribuan warga. Kegiatan spiritual ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim dalam menyambut dan mensyukuri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menekankan bahwa dzikir, doa, dan sholawat adalah ikhtiar spiritual yang penting untuk menjaga kemerdekaan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk terus menjaga Indonesia dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat. Acara doa bersama yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf ini diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil pada Sabtu (8/8) malam.

Khofifah menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai secara seremonial belaka, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Penguatan persatuan, kepedulian sosial, dan kerja bersama untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat menjadi fokus utama yang perlu terus digalakkan. Hal ini sejalan dengan semangat perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita.

Makna Spiritual Kemerdekaan

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa berdzikir, berdoa, dan bersholawat memiliki niat yang sama, yaitu menjadi bagian dalam menguatkan kemerdekaan melalui dimensi spiritual. Kegiatan ini merupakan bentuk syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan gigih oleh para pahlawan dan pendiri bangsa. Melalui doa dan dzikir, diharapkan keberkahan senantiasa menyertai perjalanan bangsa Indonesia.

Beliau menambahkan, ikhtiar spiritual ini adalah cara untuk mensyukuri sekaligus menjaga amanah kemerdekaan yang telah diwariskan. Para pahlawan telah berkorban jiwa dan raga, sehingga tugas generasi penerus adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja-kerja terbaik. Kerja keras ini ditujukan untuk masyarakat, bangsa, dan negara, demi mewujudkan cita-cita luhur para pendahulu.

Khofifah juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang secara konsisten mengajak masyarakat. Habib Syech selalu mendorong untuk memperbanyak dzikir, doa, dan sholawat, serta menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Tanah Air. Konsistensi ini sangat penting dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan nasionalisme di kalangan umat.

Pesan Persatuan dan Kesejahteraan

Selain mendoakan Indonesia secara keseluruhan, doa bersama ini juga secara khusus dipanjatkan untuk Jawa Timur. Harapannya, provinsi ini senantiasa diberi keberkahan, keselamatan, kemajuan, kesejahteraan, dan daya saing yang tinggi. Doa ini mencerminkan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menekankan pentingnya menjaga kemerdekaan dan mengisinya dengan kontribusi positif. “Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik dan mulia bagi para pahlawan dan pejuang bangsa yang telah mendahului kita,” ujarnya. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya mengenang jasa pahlawan sekaligus mengambil teladan dari semangat perjuangan mereka untuk membangun bangsa.

Peringatan kemerdekaan, menurut Khofifah, harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan. Ini adalah momentum untuk memperkuat persatuan di antara seluruh elemen masyarakat. Selain itu, kepedulian sosial dan kerja bersama harus terus ditingkatkan untuk menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dukungan Ekonomi Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf turut mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pendorong. Ia menyerukan agar semangat kemerdekaan digunakan untuk membangkitkan ekonomi nasional, khususnya melalui dukungan terhadap produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.

Habib Syech juga memanjatkan doa agar Indonesia tetap maju dan terus bangkit ekonominya. “Semoga Indonesia tetap maju dan terus bangkit ekonominya,” doanya, menunjukkan harapan besar terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pesan ini relevan dengan kondisi ekonomi global dan nasional yang memerlukan dukungan dari semua pihak.

Tausyiah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Penasehat Grand Syeikh Al-Azhar Mesir, Prof. Dr. Syekh Muhammad Muhanna. Beliau mengaku kagum melihat antusiasme masyarakat Jawa Timur yang berkumpul menyambut kemerdekaan. Antusiasme ini terlihat jelas melalui dzikir dan sholawat, menunjukkan kuatnya ikatan spiritual dan nasionalisme di kalangan warga Jatim.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi