Hafidz Kaltim Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko, Bawa Harapan Juara

Dua hafidz muda dari Kalimantan Timur kembali dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang MTQ Internasional di Maroko, membawa harapan besar untuk meraih gelar juara dan mengharumkan nama bangsa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hafidz Kaltim Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko, Bawa Harapan Juara
Dua hafidz muda dari Kalimantan Timur kembali dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang MTQ Internasional di Maroko, membawa harapan besar untuk meraih gelar juara dan mengharumkan nama bangsa. (AntaraNews)

Samarinda, Kalimantan Timur – Dua hafidz muda kebanggaan Kalimantan Timur (Kaltim) telah resmi ditunjuk untuk mewakili Indonesia dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Internasional di Rabat, Maroko. Penunjukan ini melanjutkan tradisi prestasi global Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Kaltim yang secara konsisten membina talenta-talenta Al-Qur'an terbaik. Delegasi Indonesia ini diharapkan mampu menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional.

Muhammad Andi Saputra dan Aljuanda Kurniansyah adalah dua hafidz yang akan membawa nama Indonesia di ajang bergengsi tersebut. Keduanya merupakan juara pada Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadits (STQH) Nasional 2025, menunjukkan kualitas dan kemampuan mereka yang telah teruji di tingkat nasional. Keberangkatan mereka ke Maroko menjadi bukti nyata komitmen Kaltim dalam pengembangan generasi Qur'ani.

Sekretaris Daerah Pemprov Kaltim, Sri Wahyuni, menyampaikan rasa syukur dan optimisme atas kepercayaan yang diberikan kepada Bumi Etam. Delegasi telah bertolak menuju Maroko melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu, 9 Agustus 2026. Seluruh masyarakat Kaltim diharapkan memberikan dukungan dan doa terbaik agar mereka dimudahkan dalam setiap langkah kompetisi.

Delegasi Kaltim di Ajang MTQ Internasional Mohammed VI

Dua hafidz muda yang menjadi delegasi Indonesia adalah Muhammad Andi Saputra dan Aljuanda Kurniansyah. Muhammad Andi Saputra merupakan Juara 1 Tafsir Bahasa Arab Putra pada STQH Nasional 2025, sementara Aljuanda Kurniansyah adalah Juara 1 Tahfiz 5 Juz Putra pada ajang yang sama.

Mereka akan berkompetisi dalam ajang bergengsi Mohammed VI International Prize for the Memorization, Recitation, and Interpretation of the Holy Quran. Dalam kompetisi ini, Andi Saputra akan bertanding di cabang Tafsir, sedangkan Aljuanda Kurniansyah akan menguji kemampuannya di cabang Tajwid dan Tahfiz.

Harapan dan Dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim

Sri Wahyuni, yang juga menjabat sebagai Ketua LPTQ Kaltim, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada provinsi tersebut. "Alhamdulillah, Kaltim kembali dipercaya mewakili Indonesia. Kemarin delegasi sudah bertolak ke Maroko melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Semoga langkah mereka dimudahkan untuk meraih juara,” ujar Sri Wahyuni.

Pemerintah Provinsi Kaltim sangat berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar delegasi ini mampu menorehkan prestasi terbaik. Keberhasilan ini tidak hanya akan mengharumkan nama bangsa, tetapi juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai dan mendalami Al-Qur'an.

"Semoga tahun ini kita bisa kembali membawa pulang gelar juara. Ini akan menambah catatan prestasi internasional yang lahir dari hasil pembinaan secara terstruktur dan masif bagi anak-anak kita," tambah Sri Wahyuni, menunjukkan optimisme terhadap potensi para delegasi.

Rekam Jejak Prestasi Internasional LPTQ Kaltim

Keberhasilan Kaltim dalam mengirimkan wakil ke ajang MTQ Internasional bukanlah yang pertama kali. LPTQ Provinsi Kaltim memiliki rekam jejak yang membanggakan dalam pembinaan hafidz dan qari.

Pada edisi sebelumnya, Ahmad Fadhil, hafidz muda binaan LPTQ Kaltim, juga sukses mengharumkan nama bangsa sebagai delegasi Indonesia. Ia berhasil meraih Juara II pada cabang hafalan 5 juz dan tilawah di ajang yang sama. Prestasi ini menunjukkan konsistensi dan kualitas pembinaan yang dilakukan oleh LPTQ Kaltim dalam melahirkan generasi Qur'ani berprestasi di tingkat global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi