Imranul Karim, qori berbakat asal Kalimantan Timur, berhasil mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Ia sukses menyabet gelar juara pertama dalam ajang "4th International Qari Seminar & Competition" yang diselenggarakan di Dhaka, Bangladesh.
Kompetisi bergengsi ini berlangsung dari tanggal 18 hingga 28 Desember 2025, dengan babak final dilaksanakan pada 19 Desember. Keberhasilan Imranul Karim ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia, khususnya masyarakat Kalimantan Timur.
Kemenangan ini tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga menjadi bukti kualitas qori Indonesia di mata dunia. Imranul Karim berhasil memukau dewan juri dengan teknik tilawahnya yang mumpuni.
Advertisement
Advertisement
Perjalanan Imranul Karim Menuju Juara Dunia
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian luar biasa Imranul Karim. Menurutnya, penampilan Imran sangat maksimal hingga berhasil meraih juara.
Imranul Karim mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang berhasil ia tunaikan. Ia mengakui bahwa kompetisi di Dhaka sangat kompetitif, diikuti oleh para jawara dari berbagai kompetisi internasional lainnya.
"Alhamdulillah, saya mampu membayar tunai amanah dari LPTQ Kaltim. Persaingan di Bangladesh sangat ketat. Juara 2 asal Iran merupakan pemenang MTQ Internasional Rusia, sementara Juara 3 asal Mesir adalah qori senior yang telah berulang kali memenangkan kompetisi dunia," ungkap Imranul Karim.
Advertisement
Ajang MTQ Internasional ke-4 Bangladesh ini diselenggarakan oleh Asosiasi Qori Bangladesh melalui sistem seleksi yang ketat. Tahap awal dilakukan secara daring (online) hingga menyaring delapan finalis terbaik dari seluruh dunia untuk diberangkatkan ke Dhaka.
Advertisement
Mengukir Sejarah di Tanah Bangladesh
Sri Wahyuni, yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, menjelaskan bahwa Imranul Karim sukses memukau dewan hakim dengan teknik tilawah yang mumpuni. Ia berhasil mengungguli finalis dari tujuh negara tangguh lainnya.
Negara-negara yang menjadi pesaing Imranul Karim antara lain Bangladesh sebagai tuan rumah, Malaysia, Iran, Mesir, Pakistan, Brunei Darussalam, dan India. Persaingan ketat ini menunjukkan kualitas tinggi dari para peserta.
Berdasarkan pengumuman resmi dari Sekretaris Jenderal Asosiasi Qori Bangladesh, Qari Rafiq Ahmed Osmani, Imranul Karim (Indonesia) menempati juara pertama. Posisi kedua diraih oleh Eshaq Abdollahi (Iran), dan Mahmud Al-Mahdi (Mesir) sebagai juara ketiga.
Advertisement
Babak final sendiri dilaksanakan pada 19 Desember 2025 selepas waktu Asar di Masjid Nasional Baitul Mukarram, Dhaka. Selain kompetisi tilawah, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan seminar internasional tentang Al Quran yang menghadirkan pakar-pakar dari berbagai negara.
Advertisement
Dukungan dan Apresiasi untuk Prestasi Indonesia
Imranul Karim menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ia secara khusus berterima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Ibu Sekda selaku Ketua LPTQ, serta seluruh masyarakat Indonesia atas doa mereka.
Prestasi Imranul Karim sebagai juara MTQ Internasional ini menjadi kado indah di penghujung tahun 2025. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi qori dan qoriah lainnya untuk terus berprestasi di tingkat global.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga keagamaan, sangat penting dalam membina dan mengembangkan bakat para qori. Keberhasilan Imranul Karim adalah bukti nyata dari sinergi positif ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews