Seorang warga inisial IH kabur dari tempat rehabilitasi setelah baru sehari dirawat atas kasus narkoba. IH mengamuk, merusak fasilitas, dan mengancam petugas hingga berhasil kabur.
Peristiwa itu bermula saat ibu IH berdiskusi dengan pengurus Yayasan Karunia Insani, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Jumat (7/8). IH dijemput dari Satres Narkoba Polres Musi Rawas Utara (Muratara) sehari sebelumnya.
IH mendengar suara ibunya sedang mengobrol di ruangan petugas yang tak jauh dari ruang observasi. Ibunya enggan bertemu karena kedatangannya untuk mengantar pakaian sekaligus mendiskusikan rencana membawa IH ke rumah sakit jiwa lantaran mengalami gejala depresi berat akibat penggunaan narkoba.
Anak mantan anggota DPRD Muratara itu lantas mengamuk dan merusak fasilitas yayasan. Termasuk pintu ruang observasi. Petugas berusaha menangkap IH, namun mendapat perlawanan. IH mengancam akan memukul menggunakan kayu bekas pintu yang dirusaknya. Saat itulah, IH melarikan diri.
Petugas sempat mengejar namun jejaknya tak lagi diketahui. Beruntung pelarian tidak diikuti puluhan warga binaan lagi karena kondisi langsung diamankan petugas yayasan.
"Benar, salah satu warga binaan titipan melarikan diri dengan cara merusak pintu Tim pelaksana Yayasan Karunia Insani Lubuklinggau, Pras, Minggu (9/8).
Pras menyebut IH ditangkap Satreskrim Polres Muratara di Kecamatan Rupit atas kasus narkoba. Dia tercatat sudah beberapa kali menjalani rehabilitasi di sejumlah tempat dalam kasus yang sama.
"IH direkomendasikan polisi direhab di tempat kami lalu kami jemput Kamis pagi kemarin. Pas Jumat siang melarikan diri," kata Pras.
Untuk menangkap kembali IH, yayasan berkoordinasi dengan kepolisian. Pihak keluarga juga bekerjasama akan keberadaan IH diketahui.
"Untuk fasilitas yang rusak, kami menunggu iktikad dari keluarga. Yang terpenting kondisi di yayasan kembali kondusif," tutup Pras.