Volume Kendaraan MBZ Melonjak Lebih dari 15 Persen pada H+2 Idul Adha 2026
Mobilitas tinggi masih terjadi di Ruas Tol Mohamed Bin Zayed (MBZ) pada H+2 Idul Adha 2026, dengan volume kendaraan MBZ mencapai lebih dari 65.000 unit, menandakan arus balik yang signifikan dan peningkatan dari lalu lintas normal.
Bekasi, 30 Mei 2026 – Ruas Tol Mohamed Bin Zayed (MBZ) mencatat lonjakan volume kendaraan yang signifikan pada H+2 Idul Adha 1447 Hijriah, bertepatan dengan Jumat (28/5/2026). Sebanyak 65.530 kendaraan melintasi ruas tol layang tersebut di kedua arah, menunjukkan bahwa mobilitas pengendara masih sangat tinggi pasca-libur panjang Idul Adha. Angka ini merepresentasikan peningkatan sebesar 15,17 persen dibandingkan lalu lintas normal yang berada di angka 55.237 kendaraan.
Peningkatan volume kendaraan ini mengindikasikan arus balik dan perjalanan liburan yang masih berlangsung di tengah periode Idul Adha. Data yang dirilis oleh PT. Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) ini menjadi perhatian bagi para pengguna jalan dan pihak pengelola tol untuk tetap waspada. Kondisi ini juga menyoroti pentingnya persiapan matang bagi pengendara yang melintasi jalur padat ini.
Direktur Utama PT. JJC, Hendri Taufik, di Bekasi pada Sabtu (29/5/2026) menjelaskan bahwa lonjakan ini menunjukkan aktivitas perjalanan masyarakat yang belum surut. Pihaknya terus memantau dan mengimbau pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Imbauan ini menjadi krusial mengingat tingginya angka mobilitas yang terjadi.
Lonjakan Arus Lalu Lintas di MBZ
PT. Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) secara spesifik melaporkan bahwa pada H+2 Idul Adha 2026, total 65.530 kendaraan telah melintasi Ruas Tol MBZ. Angka ini jauh melampaui rata-rata lalu lintas normal harian, yang biasanya berkisar 55.237 kendaraan. Peningkatan sebesar 15,17 persen ini menunjukkan adanya pergerakan kendaraan yang masif, baik untuk arus balik maupun perjalanan liburan lanjutan.
Kondisi ini menegaskan bahwa puncak arus balik Idul Adha mungkin belum sepenuhnya usai, atau masyarakat memanfaatkan sisa libur untuk bepergian. Pengelola jalan tol terus berupaya memastikan kelancaran dan keamanan lalu lintas di tengah kepadatan tersebut. Peningkatan volume ini juga menjadi indikator pemulihan mobilitas masyarakat pasca-pandemi, yang kini semakin aktif melakukan perjalanan jarak jauh.
Distribusi Kendaraan Arah Cikampek dan Jakarta
Dari total volume lalu lintas yang tercatat, distribusi kendaraan menunjukkan pola yang menarik. Sebanyak 29.757 unit kendaraan terpantau melintas dari arah Cikampek menuju DKI Jakarta, yang kemungkinan besar merupakan bagian dari arus balik. Sementara itu, 35.773 kendaraan melaju dari arah sebaliknya, yaitu meninggalkan Jakarta menuju Cikampek dan sekitarnya.
Hendri Taufik menambahkan bahwa volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta juga masih relatif tinggi, dengan lonjakan sekitar 15 persen dibandingkan lalu lintas normal yang biasanya 31.060 kendaraan. Data ini mengindikasikan bahwa sebagian masyarakat masih dalam perjalanan menuju destinasi liburan atau kembali ke kampung halaman, sementara sebagian lainnya mulai kembali ke ibu kota. Situasi ini memerlukan perhatian ekstra dari petugas di lapangan untuk mengatur arus lalu lintas.
Imbauan Keselamatan dari PT JJC
Mengingat tingginya volume kendaraan, Hendri Taufik turut mengimbau segenap pengguna jalan yang melintasi Ruas Jalan Layang MBZ untuk selalu mengutamakan keselamatan. Pengendara diminta memastikan pengemudi maupun kendaraan dalam kondisi prima sebelum memulai perjalanan. Hal ini meliputi pemeriksaan kondisi fisik pengemudi dan kelaikan kendaraan, termasuk tekanan ban, lampu, dan sistem pengereman.
Selain itu, pengguna jalan juga diimbau untuk memastikan kecukupan daya listrik atau bahan bakar minyak agar tidak mengalami kendala di tengah perjalanan. Kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan menjadi sangat penting untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan. PT. JJC menyediakan informasi lalu lintas terkini melalui pusat panggilan Jasa Marga 24 jam di nomor 133 atau melalui aplikasi TRAVOY yang tersedia di iOS dan Android, sehingga pengguna jalan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Sumber: AntaraNews