Arus Balik MBZ Stabil, Lalu Lintas Normal Setelah Puncak Lebaran
Pergerakan kendaraan yang melintasi ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada H+9 Idul Fitri menunjukkan kondisi lebih stabil, menandakan berakhirnya periode puncak **Arus Balik MBZ**.
Bekasi, Jabar – Pergerakan kendaraan di ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada H+9 Idul Fitri 1447 Hijriah, atau Senin (30/3/2026), mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil. Hal ini terjadi seiring dengan berakhirnya periode puncak arus balik Lebaran, memberikan gambaran normalisasi lalu lintas.
PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek mencatat bahwa meskipun arus balik utama telah terlewati, volume kendaraan menuju Jakarta masih mengalami peningkatan. Namun, peningkatan tersebut kini lebih moderat dan terkendali, terutama pada periode malam hari.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat telah kembali ke aktivitas normal setelah merayakan Idul Fitri. Petugas operasional di lapangan terus melakukan pemantauan lalu lintas secara berkelanjutan untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan pengguna jalan.
Stabilisasi Arus Balik di Jalan Layang MBZ
General Manager Operasi dan Pemeliharaan Jasamarga Jalanlayang Cikampek, Desti Anggraeni, menyatakan bahwa sebanyak 39.599 kendaraan terpantau bergerak menuju Jakarta dari arah Cikampek melalui ruas Jalan Layang MBZ pada H+9 Idul Fitri. Angka ini tercatat pada Senin (30/3/2026).
Peningkatan volume kendaraan ini mencapai 67,47 persen dibandingkan lalu lintas normal yang berada di angka 23.646 kendaraan. Meskipun demikian, Desti menegaskan bahwa kondisi lalu lintas saat ini sudah lebih stabil dibandingkan puncak arus balik sebelumnya.
Kenaikan volume yang relatif moderat ini menjadi indikator kuat bahwa pergerakan lalu lintas di kedua arah mulai mendekati pola normal kembali. Hal ini sejalan dengan berakhirnya masa libur panjang Idul Fitri dan kembalinya masyarakat ke rutinitas harian.
Volume Kendaraan Menuju dan Meninggalkan Jakarta
Selain pergerakan menuju Jakarta, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek juga mencatat volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta. Sebanyak 26.719 kendaraan terpantau bergerak keluar dari ibu kota pada periode yang sama.
Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 22,05 persen jika dibandingkan dengan lalu lintas normal yang sebanyak 21.892 kendaraan. Data ini mengindikasikan adanya pergerakan dua arah yang seimbang, meskipun dengan volume yang lebih tinggi dari kondisi normal.
Secara umum, kondisi lalu lintas di ruas Jalan Layang MBZ terpantau lancar dan terkendali. Pemantauan lalu lintas secara berkelanjutan serta kesiapsiagaan petugas operasional di lapangan menjadi kunci dalam menjaga kelancaran ini.
Imbauan Keselamatan dan Informasi Lalu Lintas
Pihak Jasamarga Jalanlayang Cikampek terus mengimbau pengguna jalan yang melintas di ruas Jalan Layang MBZ untuk selalu mengutamakan keselamatan. Penting bagi pengemudi untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan.
Pengguna jalan juga diminta untuk menjaga kecukupan daya listrik kendaraan, terutama bagi kendaraan listrik, serta bahan bakar minyak. Antisipasi terhadap potensi perubahan cuaca, khususnya hujan, juga sangat dianjurkan karena dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan.
Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai lalu lintas atau permintaan pelayanan, pengguna jalan dapat menghubungi pusat panggilan 24 jam Jasa Marga Group di nomor 133. Informasi juga tersedia melalui Twitter @PTJASAMARGA serta aplikasi Travoy 4.5 yang dapat diunduh untuk pengguna iOS dan Android.
Sumber: AntaraNews