Puluhan Ribu Kendaraan Padati Jalan Layang MBZ, Arus Balik Lebaran Menuju Jakarta Masih Tinggi
Jelang puncak arus balik Lebaran 2026, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek mencatat puluhan ribu kendaraan melintasi Jalan Layang MBZ menuju Jakarta, menandakan mobilitas Arus Balik Lebaran masih terus berlanjut.
Bekasi, 27 Maret 2026 – Arus balik Lebaran 2026 menunjukkan peningkatan signifikan, terutama di Ruas Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) menuju Jakarta. PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek melaporkan bahwa pada Kamis (26/3), sebanyak 53.976 kendaraan telah melintas di ruas jalan tersebut. Angka ini tercatat dua hari menjelang prediksi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada Sabtu (28/3).
General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek, Desti Anggraeni, menyatakan bahwa tingginya volume kendaraan ini mengindikasikan mobilitas pemudik pada arus balik Lebaran masih terus berlangsung. Peningkatan ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang kembali ke ibu kota setelah merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di kampung halaman. Desti menyampaikan hal tersebut di Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (27/3).
Lonjakan jumlah kendaraan ini tidak hanya mencerminkan aktivitas arus balik yang padat, tetapi juga menuntut kewaspadaan ekstra dari para pengguna jalan. Pengelola jalan tol terus memantau pergerakan lalu lintas dan memberikan imbauan keselamatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan perjalanan para pemudik dapat berlangsung dengan aman dan nyaman hingga tiba di tujuan.
Peningkatan Signifikan Volume Kendaraan di Jalan Layang MBZ
Peningkatan volume kendaraan menuju Jakarta melalui Ruas Jalan Layang MBZ pada periode arus balik Lebaran 2026 ini mencapai 147,26 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi lalu lintas normal harian yang biasanya hanya mencapai 21.830 kendaraan. Data ini menunjukkan betapa masifnya pergerakan kendaraan yang kembali ke ibu kota setelah libur panjang Idul Fitri.
Tidak hanya arah menuju Jakarta, lonjakan jumlah kendaraan juga terjadi pada arah sebaliknya, yaitu kendaraan yang meninggalkan Jakarta. Pada hari yang sama, tercatat sebanyak 28.437 kendaraan melintas, menunjukkan kenaikan 20,56 persen dibandingkan lalu lintas normal yang berjumlah 23.588 kendaraan. Meskipun demikian, Desti Anggraeni menyebutkan bahwa arus lalu lintas di Ruas Jalan Layang MBZ masih didominasi oleh kendaraan menuju Jakarta, seiring dengan berlanjutnya pergerakan arus balik pada periode Idul Fitri 1447 Hijriah.
Data ini menggarisbawahi pentingnya perencanaan perjalanan yang matang bagi para pemudik. Kepadatan lalu lintas yang tinggi di Jalan Layang MBZ menjadi perhatian utama bagi pengelola jalan tol. Pihak PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek terus berupaya mengoptimalkan pelayanan di tengah tingginya mobilitas ini.
Tren Arus Balik Terus Berlanjut Menjelang Puncak
Apabila dibandingkan dengan volume lalu lintas pada periode sehari sebelumnya, kendaraan yang menuju Jakarta mengalami peningkatan yang berkelanjutan. Tercatat dari 53.189 kendaraan menjadi 53.976 kendaraan, menunjukkan kenaikan sebesar 1,48 persen. Kenaikan ini menegaskan bahwa gelombang arus balik Lebaran masih terus berlangsung dan belum mencapai puncaknya.
Sementara itu, volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta justru mengalami penurunan. Angka ini tercatat dari 29.502 kendaraan menjadi 28.437 kendaraan, atau turun sebesar 3,61 persen. Penurunan ini sekaligus menunjukkan berkurangnya pergerakan kendaraan keluar Jakarta, seiring beralihnya fokus arus lalu lintas ke arah kembali menuju ibu kota.
Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada Sabtu (28/3). PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek terus memantau pergerakan ini secara real-time. Informasi terkini akan terus disampaikan kepada masyarakat untuk membantu kelancaran perjalanan.
Imbauan Keselamatan dan Akses Informasi Lalu Lintas
PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek terus mengimbau pengguna jalan yang melintas di Ruas Jalan Layang MBZ untuk selalu mengutamakan keselamatan. Penting bagi pengemudi untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraannya dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan. Selain itu, menjaga kecukupan daya listrik serta bahan bakar minyak juga menjadi krusial untuk menghindari kendala di tengah perjalanan.
Pengguna jalan juga diminta untuk mengantisipasi potensi perubahan cuaca, khususnya kondisi hujan. Hujan dapat mempengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan, sehingga kewaspadaan sangat diperlukan. Dengan persiapan yang matang, perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman hingga sampai ke tempat tujuan.
Untuk mendapatkan informasi lalu lintas terkini dan permintaan pelayanan, pengguna jalan dapat mengakses berbagai kanal yang disediakan Jasa Marga Group. Pusat panggilan 24 jam Jasa Marga Group dapat dihubungi di nomor 133. Informasi juga tersedia melalui akun Twitter @PTJASAMARGA serta aplikasi Travoy 4.5 yang tersedia untuk pengguna iOS dan Android.
Sumber: AntaraNews