BI Bali Dampingi Digitalisasi UMKM Bali, Perluas Akses Pasar Global
Bank Indonesia Provinsi Bali aktif mendampingi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Pulau Dewata untuk mempercepat Digitalisasi UMKM Bali, membuka peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengambil langkah proaktif dengan mendampingi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Pulau Dewata. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat adopsi teknologi digital oleh UMKM, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal Bali. Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Ronald Dungdung Parluhutan, menjelaskan bahwa pengembangan UMKM merupakan strategi vital. Langkah ini penting dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Pendampingan intensif ini dirancang untuk memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Bali.
Pendampingan yang berlangsung selama satu tahun ini menjadikan UMKM sebagai binaan bank sentral. Fokus utamanya adalah pada penguatan kapasitas digital dan perluasan pasar. Melalui program ini, BI Bali berupaya menciptakan ekosistem UMKM yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan era digital.
Memperkuat Kapasitas Digital UMKM Bali
Dalam menjalankan program pendampingan ini, BI Bali menggandeng profesional ahli di bidang digital. Para profesional tersebut bertugas memberikan pemahaman mendalam mengenai teknologi digital kepada UMKM. Tujuannya adalah agar UMKM dapat mengadopsi dan mengoptimalkan teknologi tersebut dalam proses bisnis mereka, terutama untuk meningkatkan penjualan daring.
Program ini tidak hanya berhenti pada pemberian teori semata. BI Bali juga mengenalkan UMKM dengan berbagai platform digital yang relevan dan memberikan pelatihan praktis. Integrasi teknologi didorong secara masif guna membantu UMKM merebut pangsa pasar yang lebih besar dan mendongkrak daya saing produk mereka.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk memastikan UMKM Bali tidak tertinggal dalam arus digitalisasi. Dengan kapabilitas digital yang kuat, UMKM diharapkan mampu menjangkau konsumen lebih luas, baik di pasar domestik maupun internasional.
Dorongan Ekspor dan Kontribusi UMKM Nasional
Selain fokus pada digitalisasi, program pendampingan ini juga memiliki visi untuk memperluas jangkauan ekspor UMKM. BI Bali menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Eximbank) untuk mendorong lebih banyak bisnis pelaku UMKM di Bali agar berorientasi ekspor. Kolaborasi ini membuka pintu bagi UMKM untuk menembus pasar global.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, M. Riza Adha Damanik, mengapresiasi penyelenggaraan program ini. Menurutnya, ini adalah bagian penting dari upaya percepatan digitalisasi dan penguatan daya saing UMKM nasional. Apresiasi ini menegaskan relevansi program BI Bali dalam konteks pembangunan ekonomi nasional.
Riza juga menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis yang sangat besar dalam perekonomian nasional. Dengan jumlah sekitar 56 juta unit, UMKM berkontribusi 60,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja. Angka-angka ini menunjukkan betapa vitalnya peran UMKM bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Program pendampingan ini diharapkan menjadi salah satu solusi atas berbagai masalah yang dihadapi sektor UMKM. Tantangan seperti produktivitas, skala usaha, serta akses pembiayaan, pasar, dan teknologi masih menjadi hambatan. Keterbatasan ini berdampak pada masih terbatasnya kontribusi ekspor UMKM.
Transformasi Ekosistem dan Kualitas Produk
Ke depan, Kementerian UMKM mendorong transformasi ekosistem UMKM secara terintegrasi. Transformasi ini mencakup penguatan legalitas usaha, sertifikasi produk, akses pembiayaan yang lebih mudah, perluasan pasar, serta pendampingan berkelanjutan. Langkah-langkah ini krusial untuk menciptakan UMKM yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani, mengajak seluruh pelaku UMKM untuk mengimplementasikan hasil pembelajaran dari pendampingan BI ini. Penerapan ilmu yang didapat akan sangat menentukan keberhasilan program dalam jangka panjang.
Luh Ayu Aryani juga menekankan bahwa selain digitalisasi, penguatan kualitas produk, kemasan, dan merek juga merupakan poin penting. Peningkatan aspek-aspek ini akan secara signifikan meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk UMKM Bali di pasar.
Sumber: AntaraNews