Nelayan Hilang di Perairan Sinjai, Basarnas Kerahkan Tim Pencarian
Seorang nelayan bernama Muhammad Ali dilaporkan hilang di perairan Taka Limpoge, Sinjai, setelah diduga terjatuh dari kapal. Basarnas Makassar segera mengerahkan tim untuk mencari korban dan mengoptimalkan operasi SAR.
Seorang nelayan bernama Muhammad Ali (20) dilaporkan hilang di perairan Taka Limpoge, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Insiden ini terjadi pada Sabtu sekitar pukul 06.30 WITA, memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim SAR gabungan.
Korban diduga terjatuh dari kapal nelayan KM 3 Putri 77 saat hendak buang air kecil di sisi kapal. Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Lappa untuk menangkap ikan di laut Sinjai.
Setelah upaya pencarian awal oleh keluarga dan masyarakat setempat tidak membuahkan hasil, insiden ini dilaporkan kepada Basarnas Makassar. Tim SAR gabungan kini dikerahkan untuk menemukan Muhammad Ali yang hilang.
Kronologi Kecelakaan dan Upaya Pencarian Awal
Muhammad Ali, seorang ABK kapal penangkap ikan KM 3 Putri 77, berangkat dari Pelabuhan Lappa untuk melaut. Saat berada di wilayah tangkap, kapal menurunkan jangkar pada rompong di perairan Taka Limpoge.
Naas, korban diduga terjatuh ke laut ketika berjalan pada sisi kapal, diperkirakan hendak menuju belakang kapal untuk buang air kecil. Kejadian ini diperkirakan terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.30 WITA.
Pihak keluarga korban bersama masyarakat setempat telah melakukan upaya pencarian awal. Namun, setelah beberapa waktu, Muhammad Ali belum juga ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Atas kejadian tersebut, keluarga korban melaporkan insiden ini kepada Basarnas Makassar pada pukul 16.10 WITA untuk mendapatkan bantuan operasi pencarian dan pertolongan.
Operasi SAR Gabungan di Perairan Sinjai
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa setelah menerima informasi, personel Pos SAR Bone segera dikerahkan menuju Sinjai. Mereka akan melaksanakan operasi pencarian di perairan tersebut.
Tim Basarnas berkoordinasi erat dengan berbagai instansi terkait dan masyarakat setempat demi kelancaran proses pencarian korban. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat penemuan nelayan yang hilang.
Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur gabungan yang kuat. Unsur-unsur yang terlibat meliputi Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud Sinjai, BPBD Sinjai, Tagana, personel Brimob, masyarakat setempat, dan potensi SAR lainnya.
Tantangan Cuaca dan Harapan Penemuan Korban
Pelaksanaan Operasi Search and Rescue (SAR) ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan perairan di sekitar lokasi. Arif Anwar menekankan bahwa saat ini masih dalam musim penghujan, yang dapat menjadi tantangan.
Meskipun kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan, Basarnas memiliki harapan besar agar korban dapat segera ditemukan. Tim terus bekerja secara maksimal di lapangan.
Keselamatan tim di lapangan menjadi prioritas utama selama operasi pencarian ini berlangsung. Basarnas berkomitmen untuk melakukan upaya terbaik dengan tetap menjaga keamanan personel.
Sumber: AntaraNews