Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu berhasil mengevakuasi sembilan penumpang kapal. Kejadian ini berlangsung di perairan Pulau Bira Besar, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara pada Sabtu (28/3) malam. Para penumpang terombang-ambing setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengonfirmasi keberhasilan operasi penyelamatan ini. Seluruh korban berhasil dievakuasi dengan aman dan selamat setelah laporan diterima. Insiden ini menunjukkan kesigapan petugas dalam merespons keadaan darurat di laut.
Kapal KM Percaya, yang dinakhodai oleh Akbar, mengalami kerusakan mesin saat melintasi perairan tersebut. Informasi mengenai kerusakan kapal diterima oleh petugas Gulkarmat sekitar pukul 19.57 WIB. Laporan awal disampaikan oleh Lurah Pulau Harapan kepada pihak berwenang.
Advertisement
Advertisement
Insiden bermula ketika kapal KM Percaya mengalami kerusakan mesin di tengah perjalanan. Lokasi kejadian berada di perairan sekitar Pulau Bira Besar, sebuah wilayah yang cukup jauh dari daratan utama. Kerusakan mesin membuat kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan, sehingga membahayakan keselamatan para penumpang.
Petugas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menerima laporan penting mengenai kapal yang mengalami kerusakan. Laporan tersebut masuk pada pukul 19.57 WIB, mengindikasikan urgensi situasi. Informasi cepat dari Lurah Pulau Harapan menjadi kunci dalam memulai respons darurat.
Menanggapi laporan tersebut, Gulkarmat segera mengerahkan enam personel terbaiknya menuju lokasi kejadian. Tim penyelamat diberangkatkan menggunakan kapal khusus penyelamatan. Kecepatan respons ini sangat vital untuk memastikan keselamatan sembilan penumpang yang terjebak.
Advertisement
Advertisement
Tim Gulkarmat tiba di koordinat yang telah ditentukan dengan cepat setelah pengerahan personel. Proses evakuasi dimulai pada pukul 20.07 WIB, menunjukkan efisiensi operasional tim. Petugas bekerja sigap untuk memindahkan para penumpang dari kapal yang rusak.
Selama proses evakuasi, tim menghadapi tantangan tak terduga di perairan. Salah satu korban dilaporkan terkena sengatan ikan beracun, menambah kompleksitas operasi penyelamatan. Petugas harus tetap fokus pada prosedur keselamatan yang berlaku sambil menangani kondisi darurat medis.
Meskipun ada kendala, seluruh proses evakuasi berhasil diselesaikan pada pukul 20.48 WIB. Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi yang baik dan profesionalisme tim Gulkarmat. Gatot Sulaeman menyatakan rasa syukurnya atas keselamatan semua penumpang yang berhasil dievakuasi dengan aman.
Advertisement
Advertisement
Keberhasilan evakuasi ini menegaskan pentingnya kesiapan dan respons cepat dari tim penyelamat seperti Gulkarmat. Sembilan penumpang yang sebelumnya terombang-ambing kini telah berada di tempat yang aman dan selamat. Insiden ini menjadi pengingat akan risiko perjalanan laut dan pentingnya pemeliharaan kapal.
Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keselamatan masyarakat. Operasi penyelamatan ini adalah salah satu bukti nyata dari dedikasi mereka. Mereka selalu siap sedia menghadapi berbagai situasi darurat, baik di darat maupun di perairan.
Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan kondisi kapal sebelum berlayar. Pemeriksaan mesin dan kelengkapan keselamatan sangat krusial untuk menghindari insiden serupa. Kerja sama antara masyarakat dan pihak berwenang juga penting dalam penanganan keadaan darurat di laut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews