Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Meninggal Dunia dalam Kebakaran Megamall Manado
Tim SAR gabungan sukses melakukan evakuasi korban kebakaran Megamall Manado, menemukan satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Simak detail operasi penyelamatan ini.
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban meninggal dunia akibat kebakaran di Megamall Manado. Insiden tragis ini terjadi di kawasan Megamas, Kelurahan Wenang Selatan, Kecamatan Wenang, Kota Manado. Proses evakuasi berlangsung intensif pada dini hari Minggu, 17 Mei.
Korban yang ditemukan teridentifikasi sebagai Priscillia Tamawiwy, seorang perempuan berusia 34 tahun. Alamat korban diketahui berada di Perumahan GPI Paniki Manado. Penemuan ini menjadi fokus utama operasi pencarian dan pertolongan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado segera memberangkatkan Tim Rescue USS Manado untuk tindak awal operasi. Tim bekerja cepat merespons laporan kebakaran yang melanda pusat perbelanjaan tersebut. Upaya kolaboratif dari berbagai unsur SAR gabungan sangat krusial dalam penanganan kejadian ini.
Detail Proses Evakuasi Korban
Pada Sabtu (16/5) pukul 21.10 WITA, Tim Rescue USS Manado diberangkatkan menuju lokasi kebakaran di Megamall Manado. Mereka bertugas melaksanakan tindak awal operasi evakuasi korban yang mungkin terjebak. Kesiapan tim sangat penting mengingat kondisi darurat yang terjadi.
Setelah berjam-jam melakukan pencarian, korban berhasil ditemukan pada pukul 00.15 WITA. Lokasi penemuan berada di Ruang 2 Lantai 6 gedung Megamall yang terbakar. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati oleh tim gabungan.
Korban dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulut untuk penanganan lebih lanjut. Penanganan lebih lanjut diperlukan untuk identifikasi dan proses forensik. Seluruh prosedur dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku.
Identitas Korban dan Unsur SAR Terlibat
Korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran ini teridentifikasi bernama Priscillia Tamawiwy, berusia 34 tahun. Alamatnya tercatat di Perumahan GPI Paniki Manado. Informasi ini disampaikan oleh Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng.
Operasi evakuasi melibatkan berbagai unsur SAR gabungan yang bekerja secara sinergis. Tim Rescue USS Manado dan Tim Rescue Kantor SAR Manado menjadi garda terdepan dalam pencarian. Mereka didukung penuh oleh Damkar Kota Manado dan Damkar Provinsi Sulut.
Selain itu, Polresta Manado, Babinsa Wenang, RSUD Kota Manado, serta RS Bhayangkara Polda Sulut turut serta dalam penanganan. Keterlibatan banyak pihak menunjukkan skala dan kompleksitas kejadian. Peralatan pendukung seperti Rescue Car Tipe 2, mobil damkar, ambulans, dan peralatan komunikasi juga digunakan.
Apresiasi dan Penutupan Operasi SAR
Setelah seluruh proses pencarian dan evakuasi selesai, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 01.30 WITA. Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi jalannya operasi dan memastikan tidak ada lagi korban yang terlewat. Koordinasi antar instansi sangat efektif.
Operasi SAR kemudian dihentikan dan diusulkan untuk ditutup, menandakan berakhirnya fase darurat. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing. Mereka telah menyelesaikan tugas berat dengan profesionalisme tinggi.
Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. "Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah terlibat dalam proses pencarian, evakuasi, dan penanganan kejadian kebakaran tersebut," ujarnya. Apresiasi ini diberikan atas dedikasi dan kerja keras dalam menghadapi situasi sulit.
Unsur dan Peralatan Pendukung Evakuasi
Berikut adalah daftar unsur SAR yang terlibat dalam proses evakuasi:
Peralatan SAR yang digunakan untuk mendukung operasi ini meliputi:
Sumber: AntaraNews