Kasat Narkoba Polres Kukar Terseret Kasus Narkoba, Bareskrim Turun Tangan Pantau Penyelidikan
Penanganan dilakukan Dittipidnarkoba Bareskrim guna kepentingan pengembangan kasus tersebut.
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri turun tangan mem-back up penanganan kasus narkoba melibatkan Kasatresnarkoba Polres Kutai Kartanegara, AKP Yohanes Bonar Adiguna (YBA). Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan, kasus tersebut saat ini masih ditangani Ditresnarkoba Polda Kalimantan Timur.
"Bahwa penanganan kasus tersebut oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim, akan dilakukan pemantauan secara intensif oleh jajaran Dittipidnarkoba Bareskrim Polri," kata Eko dalam keterangannya, Sabtu (16/5).
Eko mengatakan, back up penanganan dilakukan Dittipidnarkoba Bareskrim guna kepentingan pengembangan kasus tersebut. “Dittipidnarkoba Bareskrim Polri akan melakukan back up penanganan kasus tersebut untuk kepentingan pengembangan kasus tersebut,” ujar Eko.
Kronologi Penangkapan Kasat Narkoba Polres Kukar
Diketahui, AKP YBA ditangkap Polda Kalimantan Timur pada awal Mei lalu dan tengah menjalankan pemeriksaan intensif. Dia diduga terlibat dalam sebuah kasus jaringan narkoba.
Kasus melibatkan AKP YBA muncul di tengah pengusutan kasus narkoba di Kalimantan Timur. Bareskrim Polri juga mengusut keterlibatan Kasatresnarkoba Polres Kutai Barat, AKP Deky Jonathan Sasiang.
Dittipinarkoba Bareskrim Polri telah empat tersangka dalam pengembangan kasus jaringan sabu yang bermula dari penangkapan bandar narkoba bernama Ishak di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Empat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial MV, MCK, NR alias M, dan JMH alias B.
“Penangkapan DPO NR alias M dan JMH alias B merupakan pengembangan dari tersangka Ishak yang diamankan oleh Polsek Melak terkait peredaran narkotika jenis sabu dan dugaan aliran dana kepada Kasat Narkoba Polres Kutai Barat AKP inisial DJS,” ujar Eko, Rabu (13/5).
Menurut dia, pengembangan kasus tidak hanya menyasar pelaku utama, tetapi juga jaringan distribusi serta pihak-pihak yang diduga membantu peredaran sabu lintas wilayah.