SAR Tanjungpinang Intensif Cari Nelayan Hilang di Perairan Lingga
Kantor SAR Tanjungpinang terus melakukan pencarian terhadap seorang nelayan berusia 65 tahun yang dilaporkan hilang kontak di perairan Lingga, Kepulauan Riau, sejak Jumat lalu, setelah perahunya ditemukan kosong.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), sedang melakukan pencarian terhadap nelayan bernama Rahman (65) yang dilaporkan hilang kontak. Rahman terakhir diketahui berada di perairan Desa Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur. Laporan hilangnya korban diterima SAR pada Sabtu (14/3) pukul 16.25 WIB dari Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri, Distrawandi.
Kronologi kejadian bermula ketika korban berangkat melaut untuk menjaring ikan bawal pada Jumat (13/3), sekitar pukul 16.00 WIB. Rahman yang biasanya sudah kembali ke daratan pada pukul 22.00 WIB, namun tak kunjung tiba hingga dini hari.
Pihak keluarga yang merasa khawatir kemudian melakukan upaya pencarian mandiri pada Sabtu dini hari, pukul 01.00 WIB hingga 03.00 WIB. Dalam proses pencarian itu, keluarga hanya berhasil menemukan perahu dan jaring milik korban dalam kondisi kosong di lokasi kejadian.
Kronologi Hilangnya Nelayan di Perairan Lingga
Rahman, seorang nelayan berusia 65 tahun, memulai aktivitas melautnya dari Desa Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, pada Jumat (13/3) sore. Kepergiannya kali ini bertujuan untuk menjaring ikan bawal di perairan sekitar wilayah tersebut.
Menurut kebiasaan, Rahman seharusnya sudah kembali ke daratan sekitar pukul 22.00 WIB pada hari yang sama. Namun, hingga dini hari Sabtu, keberadaan korban tidak diketahui dan ia tidak kunjung pulang ke rumah.
Kondisi ini sontak menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan pihak keluarga, yang kemudian berinisiatif melakukan pencarian mandiri. Upaya pencarian tersebut dilakukan pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 WIB.
Dalam pencarian yang dilakukan oleh keluarga, mereka berhasil menemukan perahu dan jaring ikan milik Rahman. Namun, perahu tersebut ditemukan dalam keadaan kosong, tanpa ada tanda-tanda keberadaan korban di dalamnya.
Operasi Pencarian oleh SAR Tanjungpinang
Laporan resmi mengenai hilangnya Rahman diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Tanjungpinang pada Sabtu (14/3) pukul 16.25 WIB. Laporan penting ini disampaikan oleh Distrawandi, yang menjabat sebagai Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri.
Menanggapi laporan tersebut dengan cepat, Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, segera mengerahkan tim penyelamat. Satu tim khusus yang terdiri dari tujuh personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian kecelakaan (LKK) untuk memulai operasi pencarian.
Titik koordinat kecelakaan kapal diperkirakan berada pada posisi 0°19'47.76"S - 104°49'33.83"T. Lokasi ini memiliki jarak tempuh sekitar 24,7 Nautical Miles (NM) dari Unit Siaga SAR Lingga, dengan arah radial 89,7 derajat.
Tim SAR saat ini masih terus melakukan penyisiran dan upaya pencarian intensif di area yang telah ditentukan. Fazzli menyatakan harapannya agar korban dapat segera ditemukan dalam operasi pencarian yang sedang berlangsung ini.
- Korban: Rahman, 65 tahun, berprofesi sebagai nelayan.
- Lokasi Hilang: Perairan Desa Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, Kepulauan Riau.
- Waktu Kejadian: Jumat, 13 Maret 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.
- Waktu Laporan: Sabtu, 14 Maret 2026, pukul 16.25 WIB.
- Pihak Pelapor: Distrawandi, Ketua DPD HNSI Kepri.
- Tim SAR: Tujuh personel dari Kantor SAR Tanjungpinang.
- Koordinat: 0°19'47.76"S - 104°49'33.83"T.
Sumber: AntaraNews