Evakuasi Medis Bintan: Penumpang KMP Sembilang Meninggal Dunia Setelah Alami Darurat Medis

Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi medis di Bintan terhadap seorang penumpang KMP Sembilang yang alami sesak napas berat, namun upaya penyelamatan berakhir tragis. Simak detail kronologinya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Evakuasi Medis Bintan: Penumpang KMP Sembilang Meninggal Dunia Setelah Alami Darurat Medis
Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi medis di Bintan terhadap seorang penumpang KMP Sembilang yang alami sesak napas berat, namun upaya penyelamatan berakhir tragis. Simak detail kronologinya. (AntaraNews)

Tanjungpinang, Kepulauan Riau – Seorang penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Sembilang, Jeffry Setiawan (40), dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat medis berupa sesak napas berat di Perairan Pulau Lobam, Kabupaten Bintan. Insiden tragis ini terjadi pada Minggu (5/4) dini hari saat kapal berlayar dari Kuala Tungkal menuju Batam.

Meskipun sempat mendapatkan pertolongan pertama berupa bantuan oksigen dari kru kapal, kondisi korban terus memburuk hingga tidak sadarkan diri. Informasi mengenai kedaruratan ini segera dilaporkan kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

Tim SAR Gabungan dari Kantor SAR Tanjungpinang segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan personel dan peralatan menuju lokasi kejadian. Upaya evakuasi medis di Bintan ini menunjukkan kesigapan tim penyelamat dalam menghadapi situasi darurat di perairan.

Kronologi Kejadian Darurat Medis di KMP Sembilang

Insiden darurat medis yang menimpa Jeffry Setiawan bermula pada Minggu (5/4) sekitar pukul 03.00 WIB, ketika KMP Sembilang sedang dalam perjalanan rutin dari Kuala Tungkal menuju Batam. Korban yang merupakan warga Kedoya Utara, Jakarta Barat, mulai merasakan sesak napas berat.

Kru kapal dengan sigap memberikan bantuan oksigen untuk meringankan kondisi Jeffry. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil optimal, dan korban justru kehilangan kesadaran pada pukul 05.00 WIB, menandakan kondisi yang semakin kritis.

Pihak kapal kemudian berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kijang. Informasi kedaruratan ini diteruskan kepada Kantor SAR Tanjungpinang sekitar pukul 05.55 WIB, memicu respons cepat dari tim penyelamat.

Respons Cepat Tim SAR Gabungan dalam Evakuasi Medis Bintan

Menindaklanjuti laporan darurat tersebut, Kantor SAR Tanjungpinang segera membentuk tim rescue yang terdiri dari enam personel. Tim ini diberangkatkan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) menuju titik evakuasi di Perairan Pulau Lobam.

Jarak tempuh menuju lokasi kejadian diperkirakan sekitar 11,3 Nautical Mile (NM) dari Dermaga RBB Dompak. Kecepatan respons menjadi kunci utama dalam upaya penyelamatan ini, mengingat kondisi korban yang terus memburuk.

Sekitar pukul 06.50 WIB, tim SAR berhasil merapat ke KMP Sembilang dan segera melakukan pemeriksaan awal terhadap korban. Berdasarkan observasi di lokasi, Jeffry Setiawan terindikasi sudah mengalami henti napas dan henti jantung, sebuah kabar yang sangat disayangkan.

Upaya Penyelamatan dan Hasil Tragis

Proses evakuasi Jeffry Setiawan dari KMP Sembilang ke RBB berhasil diselesaikan pada pukul 07.35 WIB. Korban kemudian segera dilarikan menuju Dermaga Telaga Punggur, Batam, dengan harapan mendapatkan penanganan medis lanjutan yang lebih intensif.

Setibanya di Dermaga Telaga Punggur pada pukul 08.05 WIB, tim dokter pelabuhan langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh. Sayangnya, setelah serangkaian pemeriksaan, tim medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Jenazah Jeffry Setiawan selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk penanganan lebih lanjut. Dengan selesainya evakuasi korban dan konfirmasi meninggal dunia, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup oleh Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi