Pemkab Kuningan Genjot Ketahanan Pangan Melalui Optimalisasi Aset Lahan Daerah
Pemerintah Kabupaten Kuningan mengambil langkah strategis mengoptimalkan aset lahan daerah untuk ketahanan pangan dan peningkatan PAD, menggandeng PT Rumah Tani Nusantara.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, secara proaktif mengoptimalkan pengelolaan aset lahan milik daerah. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) melalui kemitraan strategis. Kerja sama ini terjalin dengan PT Rumah Tani Nusantara, sebuah entitas yang fokus pada pengembangan sektor pertanian modern.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan pendekatan produktif dalam mengelola aset daerah secara efisien. Ia menekankan bahwa tujuan utama bukan hanya mengejar angka PAD semata, melainkan juga mendorong pengelolaan pertanian yang profesional dan berkelanjutan. Kemitraan ini diharapkan membawa dampak positif jangka panjang bagi sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat di Kuningan.
Kerja sama tersebut mencakup optimalisasi lahan sawah seluas sekitar 11,5 hektare dan lahan perkebunan sekitar 5,8 hektare. Aset-aset ini merupakan milik pemerintah daerah yang tersebar di tujuh kelurahan dan dua desa di Kabupaten Kuningan. Pemanfaatan lahan ini diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah secara signifikan.
Strategi Pemkab Kuningan Tingkatkan PAD dan Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Kuningan melihat peluang besar dalam pengembangan sektor pertanian secara modern dan berkelanjutan. Optimalisasi aset lahan daerah ini menjadi salah satu instrumen utama untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan di tingkat lokal. Bupati Dian Rachmat Yanuar secara tegas menitipkan agar pemanfaatan aset lahan ini tetap sesuai peruntukannya sebagai lahan pertanian produktif. Ia mengingatkan agar tidak ada pengalihfungsian lahan untuk kepentingan lain, seperti pembangunan hotel atau properti komersial.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuningan Deden Kurniawan menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan mengoptimalkan aset daerah di tengah keterbatasan fiskal yang ada. Lahan yang dikerjasamakan merupakan tanah hak pakai milik pemerintah daerah, yang menjamin legalitas dan keberlanjutan program. Pemanfaatan lahan ini dilakukan dengan sistem sewa selama tiga tahun, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Nilai sewa yang disepakati untuk pemanfaatan lahan ini adalah sebesar Rp160.032.250 per tahun, sebuah angka yang telah dihitung cermat. Angka ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan asli daerah secara berkelanjutan. Melalui skema ini, Pemkab Kuningan tidak hanya memastikan aset daerah termanfaatkan optimal, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi yang konkret bagi pembangunan.
Inovasi Pertanian Modern di Kuningan Bersama PT Rumah Tani Nusantara
Direktur PT Rumah Tani Nusantara Bahtiar mengungkapkan rencana awal pengelolaan lahan akan difokuskan pada penanaman padi dan jagung. Komoditas ini dipilih sebagai langkah awal untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan pokok yang vital bagi masyarakat. Setelah tahap awal, pengembangan akan merambah ke komoditas hortikultura seperti cabai, yang penting untuk mendukung upaya pengendalian inflasi daerah.
PT Rumah Tani Nusantara juga berencana untuk mengintegrasikan teknologi pertanian modern dalam pengelolaannya secara komprehensif. Termasuk di dalamnya adalah teknologi presisi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian secara drastis. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat membuat dunia pertanian semakin terukur dan menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam sektor ini.
Pendekatan modern dan berbasis teknologi ini sejalan dengan visi Pemkab Kuningan untuk mengembangkan pertanian yang profesional dan berkelanjutan. Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen yang melimpah, tetapi juga pada pengembangan ekosistem pertanian yang inovatif dan berdaya saing. Harapannya, ini akan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Kuningan dan mendukung ketahanan pangan jangka panjang.
Sumber: AntaraNews