Pemprov Sumut dan ADB Perkuat Pengembangan KEK Sei Mangkei untuk Dongkrak Ekonomi Regional
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Asian Development Bank (ADB) berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Simalungun, yang diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daer
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menegaskan dukungannya terhadap Asian Development Bank (ADB) dalam upaya pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang berlokasi di Kabupaten Simalungun. Dukungan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, menyatakan bahwa pengembangan KEK Sei Mangkei adalah salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan workshop special economic zones yang bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan dan pengembangan KEK Sei Mangkei secara berkelanjutan. Workshop ini merupakan inisiatif kerja sama subregional yang melibatkan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), dan Greater Mekong Subregion (GMS).
KEK Sei Mangkei sendiri telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012 dan resmi beroperasi sejak 27 Januari 2015. Kawasan ini memiliki potensi besar dalam menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja, menjadikannya fokus utama dalam agenda pembangunan ekonomi Sumatera Utara.
Peran Strategis KEK Sei Mangkei dalam Pertumbuhan Ekonomi
KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara memiliki total lahan seluas 2.002,7 hektare, menjadikannya salah satu kawasan strategis untuk pengembangan ekonomi. Kawasan ini diproyeksikan mampu menarik total investasi sebesar Rp129 triliun hingga tahun 2031.
Fokus industri di KEK Sei Mangkei mencakup pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata, dan logistik, yang semuanya merupakan sektor unggulan Sumatera Utara. Dengan potensi investasi yang besar, KEK ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja hingga 83.304 orang pada tahun 2031, memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sulaiman Harahap mengungkapkan harapannya agar kegiatan kolaborasi ini dapat memperkuat kapasitas pengelolaan KEK serta meningkatkan kualitas tata kelola kawasan ekonomi. Hal ini penting untuk mendukung KEK Sei Mangkei sebagai kawasan unggulan Sumatera Utara yang berdaya saing tinggi.
Sinergi Regional dan Dukungan ADB untuk Pengembangan KEK Sei Mangkei
Workshop special economic zones yang diselenggarakan merupakan bagian integral dari kerja sama regional yang lebih luas, termasuk BIMP-EAGA, IMT-GT, dan GMS. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemprov Sumut dalam memanfaatkan platform regional untuk pembangunan ekonomi.
Provinsi Sumatera Utara juga mendapatkan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan IMT-GT ke-32 di Medan pada September 2026. Kepercayaan ini menjadi bukti pengakuan terhadap peran strategis Sumatera Utara dalam kerja sama ekonomi regional. Pemprov Sumut berharap dukungan dan sinergi dari ADB dapat diperkuat guna menyukseskan kerja sama regional ini, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan dan membuka lapangan kerja.
Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Deputi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sonny Ameriansah Soekoer, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari persiapan penyelenggaraan IMT-GT ke-32. Ia menekankan bahwa IMT-GT adalah satu-satunya kegiatan yang melibatkan daerah, dengan salah satu tujuannya adalah menyinergikan kebijakan pembangunan di Sumatera. Sonny juga menambahkan bahwa ADB, sebagai strategy advisor, dapat dimanfaatkan untuk meminta saran dan panduan.
Pamela Asis-Layugan, Regional Cooperation Specialist Regional Cooperation and Integration Unit Southeast Asia Department ADB, menegaskan peran penting ADB sebagai mitra pembangunan regional. Melalui workshop SEZ, koridor-koridor pengembangan ekonomi yang paling potensial dapat diidentifikasi, sehingga kekuatan ekonomi daerah dan nasional akan meningkat. ADB juga berperan dalam meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara melalui berbagai program capacity building, mencakup isu-isu strategis seperti pengembangan ekonomi dan pariwisata.
Sumber: AntaraNews