TPAKD Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi Inklusif, Perluas Akses Keuangan Masyarakat
TPAKD Sumut diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi inklusif dan memperluas akses keuangan bagi masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah.
Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah tersebut. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, menekankan pentingnya peran TPAKD dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat Sumut dan mendukung pencapaian target pembangunan daerah tahun ini.
Pernyataan ini disampaikan Sulaiman Harahap setelah rapat pleno penetapan program kerja TPAKD Sumut yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumut pada Jumat, 28 Februari 2026. Rapat pleno tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap program memiliki target terukur, indikator kinerja yang jelas, serta mekanisme monitoring dan evaluasi yang efektif.
Untuk merealisasikan tujuan tersebut, dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, telah dilaksanakan bimbingan teknis terkait penyusunan program kerja TPAKD guna memastikan arah kebijakan selaras dengan prioritas nasional dan pembangunan daerah.
Peran Strategis TPAKD Sumut dalam Pembangunan Ekonomi Inklusif
TPAKD Sumut memegang peran krusial sebagai motor penggerak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. Sulaiman Harahap menegaskan bahwa tim ini harus aktif dalam memperluas akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga dapat mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan secara merata.
Inisiatif TPAKD Sumut juga sangat vital untuk mendukung pencapaian target pembangunan daerah yang telah ditetapkan. Dengan adanya program kerja yang terukur, indikator kinerja yang jelas, serta mekanisme monitoring dan evaluasi yang efektif, TPAKD berupaya memastikan setiap langkah memberikan dampak positif yang signifikan.
Secara khusus, Sumatera Utara telah menyusun 27 program kerja TPAKD yang diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah dan prioritas nasional. Program-program ini mencerminkan komitmen nyata Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperluas akses keuangan dan memperkuat sektor-sektor kunci ekonomi.
Fokus Program Kerja TPAKD Sumut 2026 untuk Akses Keuangan Merata
Fokus program kerja TPAKD Sumut tahun 2026 mencakup beberapa pilar utama yang dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah. Salah satu pilar adalah membuka akses dan mendorong kesejahteraan melalui penguatan jaringan, yang bertujuan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dengan layanan keuangan yang relevan dan terjangkau.
Pilar berikutnya adalah mewujudkan masyarakat yang cerdas dan terlindungi melalui kampanye literasi keuangan. Edukasi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, investasi, dan produk keuangan yang aman menjadi prioritas. Program Siswa Teladan "Satu Rekening Satu Pelajar" merupakan salah satu inisiatif konkret untuk menanamkan pemahaman keuangan sejak dini di kalangan pelajar.
Selain itu, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Tangguh menjadi fokus penting melalui optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR). TPAKD Sumut berupaya memfasilitasi UMKM agar lebih mudah mengakses pembiayaan, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang. Penguatan sinergi melalui klaster kemitraan sektor unggulan dan pengembangan UMKM digital di Sumatera Utara juga menjadi bagian integral dari strategi ini.
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci Keberhasilan TPAKD Sumut
Keberhasilan TPAKD Sumut dalam mencapai tujuannya sangat bergantung pada kolaborasi yang solid antar berbagai pihak. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, mengajak semua pemangku kepentingan untuk bekerja dengan semangat kolaboratif, inovatif, dan akuntabel. Sinergi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) adalah fondasi utama.
Lembaga jasa keuangan, termasuk bank dan penyedia layanan finansial lainnya, juga memegang peranan penting dalam menyediakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Keterlibatan mereka memastikan bahwa program-program TPAKD dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.
Dengan pendekatan yang terkoordinasi, TPAKD Sumut optimis dapat mewujudkan Sumatera Utara yang inklusif secara keuangan, kuat secara ekonomi, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya. Semangat kolaboratif ini menjadi kunci untuk mencapai visi jangka panjang tersebut.
Sumber: AntaraNews