Dispar Kaltim Angkat Pesona Ekowisata Mangrove Kaltim untuk Tarik Wisatawan
Dinas Pariwisata Kalimantan Timur gencar mempromosikan ekowisata mangrove Kaltim untuk menarik turis domestik dan mancanegara, menyoroti potensi konservasi alam yang edukatif dan berkelanjutan.
Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) kini tengah fokus mengangkat pesona destinasi wisata alam berbasis konservasi mangrove. Upaya ini bertujuan untuk menarik minat kunjungan turis, baik domestik maupun mancanegara, ke Bumi Etam. Pengembangan ekowisata berkelanjutan menjadi prioritas utama guna mendukung sektor pariwisata daerah.
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyatakan bahwa pengembangan ekowisata seperti Bontang Mangrove Park membuktikan pelestarian alam dapat berdampak positif pada ekonomi masyarakat. Model pariwisata ini mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi lokal. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan sinergi antara konservasi dan kesejahteraan.
Destinasi unggulan Bontang Mangrove Park (BMP) yang berada di bawah naungan Taman Nasional Kutai, menjadi contoh nyata keberhasilan konsep ini. Lokasi ini memadukan tiga konsep utama pariwisata: konservasi, edukasi, serta petualangan alam terbuka. Hal ini menjadikan BMP sebagai destinasi multifungsi yang menarik bagi berbagai kalangan pengunjung.
Bontang Mangrove Park: Perpaduan Konservasi, Edukasi, dan Petualangan
Bontang Mangrove Park menawarkan pengalaman unik bagi para wisatawan untuk menikmati keasrian ekosistem mangrove. Kawasan seluas 279 hektare ini dapat dijelajahi melalui jembatan kayu ulin sepanjang 2,15 kilometer yang membelah rimbunnya pepohonan. Jembatan ini memungkinkan pengunjung untuk merasakan langsung keindahan alam mangrove secara dekat dan aman.
Selain menyajikan lorong kanopi hijau yang menyejukkan, area wisata ini juga berfungsi sebagai ruang kelas alam terbuka. Pengunjung dapat mengenal beragam vegetasi mangrove seperti Rhizophora sp, Avicennia sp, Bruguiera sp, Sonneratia sp, dan Ceriop sp melalui papan informasi edukatif. Ini memberikan nilai tambah berupa pengetahuan tentang keanekaragaman hayati mangrove.
Jika beruntung, pelancong yang berkunjung ke BMP berkesempatan menjumpai satwa penghuni hutan kebanggaan masyarakat Bontang. Beberapa satwa yang sering terlihat antara lain bekantan, monyet ekor panjang, dan bangau tong-tong. Keberadaan satwa-satwa ini menambah daya tarik petualangan di tengah alam liar.
Peran Ekologis dan Pengakuan Nasional
Secara ekologis, jejaring akar pohon bakau di Bontang Mangrove Park memiliki peran vital sebagai perisai alami yang efektif. Akar-akar ini membentengi daratan pesisir dari risiko abrasi dan gempuran ombak laut, menjaga keberlanjutan ekosistem pantai. Fungsi perlindungan ini sangat krusial dalam mitigasi dampak perubahan iklim.
Pelestarian pesisir di BMP terbukti berhasil dengan adanya perluasan signifikan tutupan lahan mangrove. Data menunjukkan peningkatan dari 84,67 hektare pada tahun 2002 menjadi 279 hektare saat ini. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dalam upaya konservasi dan rehabilitasi lingkungan di kawasan tersebut.
Lokasi Bontang Mangrove Park yang mudah diakses dari pusat Kota Bontang menjadikannya destinasi populer. Wahana ekologis dengan harga tiket terjangkau ini mampu menarik puluhan ribu wisatawan setiap tahun. Keberhasilan pengelolaan pariwisata ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat lokal.
Model kolaborasi pariwisata di Bontang ini bahkan telah mendapat apresiasi langsung dari Komisi IV DPR RI sebagai percontohan nasional. Dispar Kaltim berharap model sukses ini dapat direplikasi di kabupaten dan kota lainnya. Tujuannya adalah agar kekayaan alam daerah tetap lestari sekaligus memajukan kesejahteraan warganya melalui pariwisata berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews